Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Selidiki Nasib 130.000 Orang Hilang dalam Perang Suriah

📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 08:12 WIB | Oleh:
PBB Selidiki Nasib 130.000 Orang Hilang dalam Perang Suriah Doc: Freshnewsasia/Aljazeera
Ket. Pemberontakan yang berubah menjadi perang saudara di Suriah yang kini memasuki tahun ke-13 telah menewaskan hampir setengah juta orang dan menelantarkan setengah dari populasi sebelum perang.

PBB - Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang akan membentuk badan independen untuk menentukan apa yang terjadi pada lebih dari 130.000 orang hilang akibat konflik di Suriah.

Dilaporkan Aljazeera, resolusi yang merupakan respons penting terhadap permohonan keluarga korban, diadopsi pada Kamis (29/6) oleh badan dunia beranggotakan 193 negara itu dengan 83 suara mendukung, 11 menentang, dan 62 abstain.

Negara yang menentang adalah Suriah, yang mengatakan tidak akan bekerja sama dengan lembaga baru tersebut. Rusia, Tiongkok, Belarusia, Korea Utara, Kuba, dan Iran juga memilih tidak mendukung.

Resolusi yang dipelopori Luksemburg mencatat, setelah 12 tahun pertempuran di Suriah "hanya sedikit kemajuan yang dicapai dalam meringankan penderitaan keluarga dengan memberikan jawaban atas nasib dan keberadaan semua orang yang hilang".

Resolusi tersebut mengesahkan pembentukan Lembaga Independen Orang Hilang di Republik Arab Suriah, di bawah naungan PBB, "untuk mengklarifikasi nasib dan keberadaan semua orang hilang … dan untuk memberikan dukungan memadai kepada para korban, penyintas, dan keluarga mereka yang hilang" .

Menurut resolusi tersebut, para korban, penyintas, dan keluarga orang hilang harus diwakili dalam badan baru yang akan berpedoman pada prinsip-prinsip termasuk "jangan menyakiti", ketidakberpihakan, transparansi, dan kerahasiaan sumber dan informasi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres harus menyajikan kerangka acuan untuk lembaga baru tersebut dalam waktu 80 hari kerja dan mengambil langkah-langkah untuk segera membentuk badan tersebut dan menjalankannya.

Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan organisasi baru itu perlu memiliki alat yang tepat untuk melakukan tugasnya.

"Negara-negara anggota PBB harus memastikan bahwa lembaga baru ini memiliki staf dan sumber daya yang diperlukan untuk menentukan apa yang terjadi pada ribuan orang yang hilang selama 12 tahun konflik Suriah," kata Louis Charbonneau, direktur PBB kelompok tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Pemberontakan yang berubah menjadi konflik perang saudara di Suriah yang kini memasuki tahun ke-13, telah menewaskan hampir setengah juta orang dan menelantarkan setengah dari populasi sebelum perang yang berjumlah 23 juta jiwa.

Komisi Internasional untuk Orang Hilang mengutip perkiraan PBB bahwa pada 2021 lebih dari 130.000 warga Suriah hilang akibat konflik tersebut. Dalam perang Suriah selama 12 tahun, pemerintah Suriah tidak bekerja sama dengan badan internasional mana pun yang mencari orang hilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.