Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Waspada Kasus Rabies

📅 Selasa, 27 Jun 2023, 05:27 WIB | Oleh:
Jakarta Waspada Kasus Rabies Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Pengunjung tengah membawa hewan peliharaannya di fasilitas taman hewan Tebet Eco Park, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

JAKARTA - Meski kasus rabies tengah ramai di NTT, ternyata di Jakarta juga terjadi begitu banyak kasus. Dinas KesehatanProvinsi DKI Jakarta mengungkapkan ada 1.527 kasus Gigitan Hewan Penularan Rabies (GHPR) di Jakarta selama 2023.

"Data ini diperoleh hanya dari rumah sakit rujukan RSUD Tarakan dan RSPI Sulianti Saroso," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama, Senin (26/6). Mayoritas gigitan tersebut dari kucing dan anjing. Tetapi ada juga karena monyet, kera atau kelelawar.

Berdasarkan data dari 194 rumah sakit (RS) dan 44 Puskesmas Kecamatan Jakarta tahun ini, Ngabila menyebutkan, tidak ada sama sekali kasus kematian akibat gigitan hewan tersebut. Selain itu, Ngabila menegaskan, angka 1.527 tersebut tidak semuanya menjadi rabies, tetapi jumlah orang yang tergigit hewan.

"Sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi terkena rabies semuanya dilakukan tata laksana di RS termasuk pemberian vaksin antirabiesnya," kataNgabila. Adapun sebaran kasus GHPR mayoritas korban berasal dari luar wilayah, sebanyak 363 kasus.

Untuk Jakarta Selatan sebanyak 129, Jakarta Pusat (140), Jakarta Barat (232), Jakarta Timur (330) dan Jakarta Utara sebanyak 333. Lalu, laporan kasus di RSUD Tarakan sebanyak 703 kasus. Sedangkan di RSPI Sulianti Saroso sebanyak 824 kasus.

Ini mengagetkan, karena sejak 2004 status Jakarta merupakan daerah bebas rabies. Ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian tentang Pernyataan Provinsi DKI Jakarta Bebas Rabies. Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta memperkuat kebijakan dan strategi peningkatan cakupan vaksinasi rabies secara berkelanjutan ke anjing, kucing dan hewan penular rabies lainnya untuk mempertahankan Jakarta bebas rabies.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.