Kemensos Pastikan Tak Ada Duplikasi Bantuan Permakanan

Sabtu, 24 Jun 2023, 01:15 WIB

JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos), Salahuddin Yahya, memastikan tidak ada duplikasi bantuan dalam program permakanan bagi para lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Pasalnya, program permakanan tidak hanya dari Kemensos, tetapi juga dari Pemerintah Daerah (Pemda).

"Itu tidak diduplikasi. Misal Pemda sudah punya program serupa dipastikan tidak terjadi duplikasi," ujar Yahya, dalam Forum Salemba 28, di Jakarta, Jumat (23/6).

Ket. Foto: Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, Salahuddin Yahya (tengah), dalam Forum Salemba 28, di Jakarta, Jumat (23/6). — Sumber: koran jakarta/Muhamad Ma’rup

Dia menerangkan, jika dalam program permakanan dari Pemda ada lansia atau penyandang disabilitas belum mendapatkan bantuan, maka Kemensos akan menyasar lansia tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Yahya berharap, program tersebut dapat memotivasi kehadiran pemerintah daerah. Dia menegaskan, program tersebut jangan sampai mengeliminasi peran pemerintah daerah kepada warganya.

"Sama sekali tidak, tapi ada sinergitas dari sebuah program Kemensos, sehingga yang belum tercover, kehadiran Pemda sangat dibutuhkan," jelasnya.

Peningkatan Program

Sebagai informasi, pada tahun 2023 ini anggaran untuk program bantuan permakanan dari Kemensos sebesar 1.242.167.312.000 rupiah untuk 512.529 penerima. Adapun bantuan untuk masing-masing penerima bertambah dari 21.000 pada tahun 2022 menjadi 30.000 pada tahun 2023.

Yahya mengatakan, untuk proses distribusi makanan juga bertambah dari semula 1.000 rupiah menjadi 2.000 rupiah. Hal ini untuk memperbaiki komunikasi dan proses interaksi dengan Pemda.

Dia mengatakan, program bantuan permakanan relatif baru sehingga butuh sosialisasi lebih massif. Program yang baru berjalan pada akhir tahun 2022 itu diharapkan dapat memicu tumbuhnya gerakan kesetiakawanan nasional, khususnya dalam membantu para lansia dan disabilitas.

"Ini bukan semata-mata uang yang kelihatan bahwa hanya dengan uang mereka bisa makan. Tapi dengan kesetiakawanan itu uang bisa tergantikan. Diharapkan solidaritas itu tumbuh," tandasnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

Kabut asap batasi jarak pandang di Sungai Kapuas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.