Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadi Tjahjanto Sebut Tiga Kunci Wujudkan Indonesia Emas

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadi Tjahjanto Sebut Tiga Kunci Wujudkan Indonesia Emas Doc: atrbpn.go.id

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, menyebutkan terdapat tiga kunci utama yang harus dilakukan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

"Pertama, stabilitas bangsa harus terjaga. Polisi, TNI, dan Jaksa harus saling bersinergi," kata Hadi Tjahjanto saat memberikan kuliah umum mengusung temaPengelolaan pertanahan dan tata ruang yang partisipatif menuju Indonesia Emas 2045di Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Rabu (21/6).

Menteri Hadi menilai saat ini TNI, Polri dan Jaksa sudah seirama dalam menjaga stabilitas keamanan. Hal tersebut paling tidak dapat dilihat dari sinergitas antara Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) saat pandemi Covid-19.

"Contohnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas di daerah yang punya banyak peran nyata saat Covid-19, mereka saling bahu-membahu membantu masyarakat," ujar dia.

Langkah kedua yang harus dilakukan yaitu terkait keberlanjutan dan kesinambungan kepemimpinan. Hal ini diperlukan untuk pemerataan ekonomi. Apalagi, sekitar 65 persen penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Terakhir, lanjut Menteri Hadi, pemerintah harus meningkatkan dan menguatkan kualitas sumber daya manusia. Menjelang tahun 2030 yang diprediksi puncak bonus demografi, pemerintah harus menyiapkan kualitas manusia.

"Kita harus benar-benar siapkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata dia.

Mantan Panglima TNI tersebut mencontohkan Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu negara yang tergolong berhasil keluar dari kategorimiddle income trapatau jebakan pendapatan kelas menengah. Ia berharap Indonesia juga bisa meniru langkah Korsel yang berhasil keluar darimiddle income trapdan bergerak menuju negara maju, bukan lagi negara berkembang.

Dalam kuliah umumnya, Hadi juga memaparkan beberapa tantangan untuk mewujudkan Indonesia Emas di antaranya masih berbelit-belit perizinan bagi para investor. Kemudian, adanya tumpang-tindih regulasi hingga tingginya sengketa pertanahan.

Menurut dia, upaya mewujudkan Indonesia Emas perlu menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, di satu sisi kondisi tersebut akan membawa keuntungan namun di sisi lain juga bisa menjadi petaka apabila gagal dikelola dengan baik.

"Ini bisa jadi peluang dan bisa jadi bencana, tergantung cara kita mengelola-nya," ungkap dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.