Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Energi Harus Diubah untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Kebijakan Energi Harus Diubah untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta Doc: ISTIMEWA
Ket. Polusi Udara

YOGYAKARTA - Polusi di Jakarta tidak akan selesai jika pemerintah tidak cepat mengubah kebijakan energi di tiga sektor, yakni kendaraan pribadi dan publik, pembangkit listrik, dan pabrik. Untuk itu, kebijakan energi harus diubah untuk bisa atasi polusi di Jakarta.

"Penyumbang pencemaran terbesar ada di tiga sektor tersebut, yakni asap dari knalpot motor dan mobil yang menggunakan bahan bakar fosil, pembangkit listrik yang masih menggunakan batu bara, dan asap dari pabrik," kata ekonom energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi, kepada Koran Jakarta, Jumat (16/6).

Fahmi mengatakan jumlah motor dan mobil banyak sekali, terbanyak secara nasional. Pabrik juga paling banyak, ada sekitar seratus pembangkit listrik tenaga uap atau batu bara dalam radius 100 km dari pusat Jakarta. Maka, solusinya tidak bisa satu-satu, harus secara simultan di tiga faktor itu.

Di sisi pembangkit, tambah dia, saat ini sudah ada upaya PLN untuk pensiun dini PLTU dan itu harus dipercepat termasuk mempercepat penggunaan tenaga surya untuk kebutuhan pabrik, perkantoran, dan di perumahan-perumahan di Jakarta.

Transportasi Publik

Sementara untuk transportasi, menurut Fahmi, seharusnya pemerintah fokus pada subsidi transportasi publik dengan menggunakan bahan baku listrik EBT. Bukan seperti sekarang memberi subsidi besar-besaran pada mobil listrik di mana konsumen mobil adalah kalangan menengah atas yang bahkan membelinya hanya untuk second car.

"Subsidi mobil listrik itu salah sasaran. Seharusnya transportasi publik. Kalau untuk motor sudah benar dan jangan hanya untuk motor listrik baru tapi juga konversi dari sebelumnya pakai premium diubah jadi listrik," tandas Fahmi.

Sementara itu, Deputi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (16/6), untuk membahas persoalan polusi udara yang tengah memburuk belakangan ini, terutama di Jakarta.

"Menteri LHK juga melaporkan tentang alat-alat monitoring polusi udara yang dimiliki," kata Bey.

Untuk diketahui, selama beberapa hari, terakhir kualitas udara di Jakarta kembali mendapat perhatian karena menempati tiga teratas kota dengan kualitas terburuk di dunia, Kamis (15/6). Berdasarkan data IQAir, Jakarta menduduki posisi ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.