Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Epidemiolog Ingatkan Masyarakat Agar Tetap Jaga PHBS, meski Statusnya Telah Endemi

📅 Kamis, 15 Jun 2023, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Epidemiolog Ingatkan Masyarakat Agar Tetap Jaga PHBS, meski Statusnya Telah Endemi Doc: antarafoto
Ket. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan masyarakat Indonesia agar tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), meskipun status pandemi Covid-19 akan berubah menjadi endemi.

"Kesadaran masyarakat perlu dibangun seperti dengan menjaga PHBS meskipun status pandemi akan diubah," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (15/6).

Dicky mengatakan perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi harus menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat bahwa dunia semakin rawan dengan adanya pandemi.

Dia mengatakan pandemi dengan jenis yang sama ataupun berbeda dapat melanda Indonesia, bahkan dunia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, seluruh pihak harus dapat mengambil pelajaran dari pandemi ini.

Menurutnya, perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi, bukan untuk dimaknai selayaknya memenangi pertempuran besar. "Ini bukanlah suatu kondisi yang selesai, karena hukum biologi tidak bisa mengikuti putusan yang telah ditetapkan," ujar Epidemiolog yang merupakan periset di Universitas Griffith, Australia tersebut.

Dia mengusulkan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar menetapkan Covid-19 menjadi penyakit menular yang menjadi prioritas seperti tuberkulosis dan malaria, karena perkembangan Covid-19 belum diketahui secara pasti.

"Repotnya, jika nanti ternyata terdapat risiko jangka panjang dari Covid-19, ini dapat menjadi serius," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah segera mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi pada Rabu (14/6).

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan turunnya kasus harian Covid-19 serta capaian vaksinasi Covid-19 yang sudah tinggi di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.