Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cawapres Harus Figur Profit Elektoral Capres

📅 Kamis, 15 Jun 2023, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cawapres Harus Figur Profit Elektoral Capres Doc: istimewa
Ket. Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang

KUPANG - Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang menyatakan, penentuan calon wakil presiden (cawapres) bukan sekedar mencari pendamping, namun harus memilih figur yang benar-benar dapat memberikan profit elektoral bagi capresnya.

"Saat ini sudah jelas ada tiga kandidat yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo akan tampil sebagai capres. Dengan demikian, diskusi soal capres tidak lagi menjadi isu publik yang utama, namun isunya bergeser pada siapa cawapres yang pantas untuk ketiga capres di atas. Bagi saya, menentukan cawapres tidak sekadar mencari pendamping namun harus memilih figur yang dapat memberikan profit elektoral," kata Ahmad Atang di Kupang, Rabu (14/6).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan sengitnya persaingan cawapres dibanding capres pada kontestasi politik kali ini, dan bahkan masing-masing capres dan partai koalisi saling mengintip dan saling sandera untuk tidak cepat-cepat mengendus nama cawapresnya.

Menurut dia, menentukan cawapres tidak sekadar mencari pendamping namun harus memilih figur yang dapat memberikan profit elektoral bagi capres. Oleh karena itu, nama-nama yang sudah beredar di publik, seperti Mahfud MD, Erik Thohir, Khofifah Indar Parawansa, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga merupakan figur potensial yang akan dilirik oleh ketiga capres.

Di antara kandidat cawapres tersebut tidak akan keluar jauh yang akan dipilih oleh capres. Maka simulasi paslon yang dibuat oleh lembaga survei tentu akan memberikan referensi bagi capres untuk menentukan pilihan. Oleh karena itu, cawapres tidak hanya pelengkap namun penentu kemenangan.

Dengan demikian, konfigurasi paslon dapat berupa perpaduan antara kepala daerah vs kepala daerah, politisi vs politisi, politisi vs profesional atau antara Jawa dan luar Jawa. "Artinya, mana konfigurasi yang menguntungkan secara elektoral itulah yang akan dipadukan sebagai Paslon yang ideal," kata Ahmad Atang.

Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.