Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jokowi Apresiasi Upaya Malaysia Perkuat Perlindungan PMI

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jokowi Apresiasi Upaya Malaysia Perkuat Perlindungan PMI Doc: ANTARA/RAFIUDDIN ABDUL RAHMAN
Ket. JOKOWI DAN ANWAR IBRAHIM BLUSUKAN KE PASAR CHOW KIT MALAYSIA I Presiden Joko Widodo didampingi Perdana Menteri Anwar Ibrahim bersama ribuan warga Indonesia saat melakukan blusukan di Pasar Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/6). Chow Kit dikenal dengan julukan “Little Indonesia” karena banyaknya pedagang dan produk asal Indonesia di pasar tersebut. Presiden Jokowi melakukan lawatan selama dua hari untuk bertemu Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk mengukuhkan hubungan erat yang telah lama terjalin.

JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo, mengapresiasi komitmen Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Negeri Jiran.

"Saya sangat menghargai sekali komitmen Dato Seri Anwar Ibrahim untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama PM Anwar Ibrahim, usai pertemuan di Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, Kamis (8/6).

Seperti dipantau Antara melalui kanal YouTube stasiun televisi Buletin TV3 Malaysia, di Jakarta, Kamis, Jokowi juga mengapresiasi upaya Anwar Ibrahim untuk memperkuat upaya penegakan hukum yang adil bagi PMI di Malaysia.

"Saya dan Pak Anwar sepakat untuk membentuk mekanisme khusus bilateral untuk menyelesaikan masalah-masalah pekerja migran Indonesia," papar Presiden.

Selain itu, Jokowi juga mendorong segera diwujudkan pusat pembelajaran masyarakat (community learning center) di Semenanjung Malaya. "WNI yang ada di depo imigrasi bisa segera dipulangkan serta one channel system harus dioptimalkan," kata Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa dia tidak menganggap kedatangan Jokowi sebagai lawatan kerja antara dua pemimpin negara semata.

"Saya anggap Presiden Jokowi sebagai sahabat yang sejati dan perundingan kami itu perundingan keluarga, perundingan sahabat. Ini terbukti dengan peningkatan kerja sama dan kesepahaman dalam masa yang singkat ini luar biasa," kata Anwar.

Langkah Konkret

Direktur Eksekutif Trade Union Rights Centre (TURC), Andriko Otang, yang diminta pendapatnya mengatakan sebagai salah satu negara tujuan terbesar PMI, pemerintah harus mengupayakan langkah konkret dalam rangka pemenuhan komitmen terhadap PMI dan Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebagaimana komitmen KTT Asean sebulan lalu di Labuan Bajo.

Hal paling utama yang harus didorong Presiden Jokowi adalah melakukan pendataan dan mengatur agensi pekerja migran agar memenuhi standar kelayakan. Mengingat banyak masalah yang dialami oleh pekerja migran yang disebabkan oleh perilaku agensi. Seperti penahanan paspor dan tidak kunjung dipulangkan ke negara asal.

"Pemerintah Malaysia harus melakukan tindakan hukum dengan memberikan sanksi tegas kepada agensi nakal yang bisa menjadi bagian sindikat perdagangan orang," tegas Andriko.

Selain itu, perlu memperjelas alur dan prosedur masuk-keluar bagi pekerja migran. Sebab, banyak pekerja migran yang tidak mendapatkan informasi memadai perihal kejelasan alur kepulangan, terlebih bagi pekerja yang undocumented.

Oleh karena itu, perlindungan dan kebebasan bagi pekerja migran untuk memiliki telepon dan memegang pasportnya harus dijamin. Hal itu untuk mempermudah bagi pekerja migran untuk mengurus dokumen administrasi jika dibutuhkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.