Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Antisipasi Kekeringan Sawah

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Antisipasi Kekeringan Sawah Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi (tengah) meninjau pekerjaan normalisasi saluran irigasi sekunder di Kecamatan Sukatani, Rabu.

BEKASI - Saluran air mulai banyak dinormalisasi untuk menghadapi kekeringan sawah. Selain itu, juga dikirim pompa air dan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta agar menyediakan air untuk pesawahan.

"Kami sejak tiga pekan lalu sudah mengantisipasi kekeringan sawah dengan normalisasi saluran air dari Cikarang Utara sampai dengan Karangbahagia," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi. Dia mengatakan ini saat meninjau lahan sawah. Dedy didampingi Camat Karangbahagia, Karnadi, Rabu (7/6).

Dedy mengatakan sudah menginstruksikan Dinas sumber daya alam untuk menurunkan pompa air besar ke daerah-daerah yang lahan sawahnya kekeringan. "Kami akan mengirimkan dua pompa air besar titik lahan pertanian yang kekeringan," terangnya.

Selain itu, Dedy mengaku sudah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) untuk menambah pasokan air dari hulu, guna mencukupi kebutuhan air para petani. "Tapi dari pihak PJT baru menyuplai air 50 persen dan mengalirkan secara bertahap. Sebab apabila dialirkan sekaligus akan masuk permukiman penduduk," katanya.

Dedy menambahkan, untuk mengantisipasi kekeringan Kabupaten Bekasi sudah melakukan beberapa rapat dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas SDABMBK, Gapoktan serta KTAN.

Sementara itu, Camat Karangbahagia, Karnadi, mengatakan lahan seluas 1.600 hektare berada di pinggiran sungai. "Dari enam desa tersebut, luas lahan pertanian yang terancam kekeringan mencapai 255 hektare. Ini sedang kita atasi bersama agar para petani mendapat pasokan air," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.