Basarnas Sisir Pantai Kelingking Cari WNA India yang Terseret Arus
Kamis, 08 Jun 2023, 23:21 WIBDENPASAR -- Basarnas Bali melakukan penyisiran di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, untuk mencari dua Warga Negara Asing (WNA) asal India yang terseret arus, dimana salah diantaranya belum ditemukan.
Berdasarkan siaran yang diterima Di Denpasar, Kamis, Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali I Wayan Suwena menyampaikan mulanya laporan masuk dari warga bernama Wayan Artika dan terdapat pula saksi bernama Ketut Redan.
"Kami dapat laporan dari Wayan Artikabahwa ada yang melihat wisatawan terseret arus dan terlihat dari atas posisinya mengambang sekitar pukul 12.30 WITA," katanya.
Suwena menjelaskan Basarnas Bali baru menerima laporan pukul 13.05 WITA, saat itu saksi mata yang melihat kejadian mengaku kedua wisatawan tersebut terhantam ombak dan kemudian mengambang.
Berangkat dari laporan tersebut, personel dari Unit Siaga SAR Nusa Penidadikerahkan untuk turun menggunakan Right Inflatable Boat (RIB).
Dalam proses evakuasi, Basarnas Bali turut dibantu Polsek Nusa Penida, Pos AL Nusa Penida, Koramil Nusa Penida, Klinik Pratama Nusa Penida, dan pemandu wisata Nusa Penida.
Akhirnya pukul 14.15 WITA korban pertama ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia. Ia adalah WNA India berinisial VML berusia 28 tahun.
"Korban pertama yang kami temukan berjenis kelamin laki-laki, masih mengenakan kaos dan celana pendek berwarna hitam," ujar Suwena.
Tim SAR Gabungan kemudian melanjutkan pencarian, namun hingga sore hari korban berinisial STV perempuan berusia 27 tahun belum juga ditemukan.
"Mereka (Tim SAR Gabungan) menyisir seputaran lokasi penemuan korban pertama, namun kondisi ombak semakin tinggi dan membahayakan. Akhirnya mereka kembali ke Pelabuhan Banjar Nyuh pada pukul 15.30 WITA," jelas Suwena.
Kemudian Basarnas Bali membawa jenazah VML ke Rumah Sakit Gema Santi, Nusa Penida, menggunakan ambulans Klinik Pratama. Sementara pencarian akan kembali dilakukan pada Jumat (9/6) besok
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Sudah Beroperasi, JPO Sarinah Jadi Percontohan Akses Inklusif
-
KPSHK Sebut Perhutanan Sosial Perlu Diposisikan sebagai Restorasi Berkelanjutan untuk Bernilai Ekonomi
-
BPBD Jaktim Pantau Titik Rawan Banjir di Rawa Terate
-
Siap-siap, Gangguan Selat Hormuz Berpotensi Dongkrak Kenaikan Biaya Logistik
-
Kaltim Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Peningkatan Wisatawan di Periode Libur Lebaran
-
KKP Tancap Gas Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih, Pesisir Jadi Poros Baru Ekonomi
-
Pemkot Bogor Siapkan WFH untuk Efisiensi Energi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.