Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erdogan Umumkan Kabinet Baru Usai Pelantikan

📅 Senin, 05 Jun 2023, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Erdogan Umumkan Kabinet Baru Usai Pelantikan Doc: AFP/Adem ALTAN
Ket. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Sabtu (3/6) mengumumkan jajaran kabinet baru. Pengumuman itu menyusul beberapa jam setelah pelantikan Erdogan untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden.

Erdogan dilantik kembali sebagai Presiden Turki di parlemen setelah ia memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang memperpanjang pemerintahannya selama dua dekade.

Dalam pidatonya usai pelantikan di istana kepresidenan di Ibu Kota Ankara yang dihadiri oleh puluhan pemimpin dunia, Presiden Erdogan berjanji untuk melayani rakyatnya tanpa memihak dan ia pun menyerukan persatuan.

"Sebagai presiden, saya bersumpah atas kehormatan dan integritas saya, di hadapan bangsa Turki yang agung, untuk bertugas dengan segenap kekuatan saya untuk melindungi keberadaan dan kemerdekaan negara, serta untuk memenuhi tugas saya tanpa memihak," kata Erdogan, seraya menegaskan ia tidak akan menyimpang dari aturan hukum dan prinsip sekuler republik yang didirikan Mustafa Kemal Ataturk 100 tahun lalu.

Susunan Menteri

Saat mengumumkan susunan menteri yang baru, Erdogan ternyata mengubah hampir semua anggota kabinetnya kecuali menteri kesehatan dan kebudayaan. Erdogan menunjuk mantan Wakil PM Mehmet Simsek sebagai menteri keuangan.

Tugas membenahi masalah ekonomi negara akan menjadi prioritas pertama Erdogan setelah inflasi Turki mencapai 43,70 persen sebagai konsekuensi dari kebijakan pemotongan suku bunga yang tidak biasa untuk merangsang pertumbuhan.

Erdogan pun menunjuk kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT), Hakan Fidan, sebagai menteri luar negeri Turki.

Pemimpin Turki yang transformatif tetapi dianggap memecah-belah itu, Erdogan berhasil memenangkan pilpres putaran kedua pada 28 Mei. Saat itu, Erdogan bersaing dengan koalisi oposisi yang kuat. Ia berhasil mengalahkan para saingannya, meski Turki menghadapi krisis ekonomi dan hujan kritik menyusul gempa dahsyat Februari yang menewaskan lebih dari 50.000 orang.

Erdogan meraup 52,18 persen suara, sedangkan saingannya, Kemal Kilicdaroglu, mengantongi 47,82 persen suara, berdasarkan data resmi.

Pemimpin terlama Turki itu saat ini menghadapi tantangan langsung dan besar dalam masa jabatan ketiganya yang didorong oleh perlambatan ekonomi dan ketegangan kebijakan luar negeri dengan Barat. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.