Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Pontianak Optimis Turunkan Stunting Lewat Gerakan Makanan Bergizi 90 Hari

📅 Minggu, 04 Jun 2023, 09:16 WIB | Oleh:
Pemkot Pontianak Optimis Turunkan Stunting Lewat Gerakan Makanan Bergizi 90 Hari Doc: Dok. Pemkot Pontianak
Ket. Pemkot Pontianak Optimis Turunkan Stunting Lewat Gerakan Makanan Bergizi 90 Hari

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus fokus untuk menangani masalah stunting yang ada di Kota Pontianak. Adapun salah satu yang dijadikan percontohan dalam upaya menurunkan stunting yakni melakukan gerakan pemberian makanan bergizi selama 90 hari seperti yang dilakukan Puskesmas Tanjung Hulu.

Puskesmas Tanjung Hulu Kecamatan Pontianak Timur menjadi percontohan dalam penanganan stunting. Lewat gerakan pemberian makanan bergizi oleh kader posyandu kepada anak-anak terindikasi stunting selama 90 hari, menjadi sebuah inovasi yang dilakukan Puskesmas Tanjung Hulu.

Berawal dari gerakan pembagian telur oleh Puskesmas Tanjung Hulu di Kecamatan Pontianak Timur sejak dua tahun lalu, kini mereka kembali melakukan terobosan dengan memberikan menu makanan bergizi bervariasi pada anak terpapar stunting setiap hari.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap gerakan tersebut bisa lebih besar dengan menyentuh di seluruh kelurahan. Dengan inovasi yang dilakukan Puskesmas Tanjung Hulu ini, harapannya agar bisa ditiru puskesmas-puskesmas dan posyandu lainnya.

"Kalau gerakan ini dilakukan secara masif, saya yakin angka stunting di Kota Pontianak bisa turun secara drastis," kata Edi, dikutip dari laman resmi Pemkot Pontianak, Kamis (1/6).

Alokasi anggaran bersumber dari hasil kegiatan Ngamen Amal Peduli Stunting yang dilakukan belum lama ini oleh teman-teman musisi. Hasilnya didapat Rp4,5 juta.

Dari angka itu sudah dihitung dan bisa menangani delapan anak terpapar stunting. Penangananya diberikan makanan bergizi setiap hari selama 90 hari. Harapannya, dengan pemberian makanan bergizi setiap hari oleh para kader posyandu di Puskesmas Tanjung Hulu, akan terdapat perbaikan gizi.

"Dengan begitu harapannya para anak ini bisa terbebas dari stunting," ujar Edi.

Dia berkeinginan gerakan pemberian makanan selama tiga bulan ini skalanya diperluas. Setiap puskesmas di tiap kelurahan bisa melakukan hal yang sama. Kuncinya di sini adalah pergerakan para kader posyandu.

"Jika kader-kader posyandu mau bergerak memberi makanan bergizi setiap hari pada penderita stunting selama tiga bulan, saya optimis angka stunting yang kini berada di 19,7 persen bisa turun di 10 persen," ucapnya.

Soal anggaran penanganan stunting, pandangan dia banyak masyarakat mau terlibat. Contoh kecil gerakan dari bawah yang dilakukan teman-teman musisi ini. Suara dari akar. Jika gerakan kecil ini kembali dilakukan dengan skala lebih besar, pastinya akan banyak anggaran yang didapat buat penanganan stunting.

Artinya masyarakat mau terlibat dalam misi kemanusian ini. Jika metodenya sudah tepat. Semuanya bisa satu visi dan misi menurunkan stunting. Ia pun optimis dengan gerakan berkelanjutan dan terpantau ini dapat menurunkan angka stunting di Kota Pontianak.

"Bukan tidak mungkin, gerakan yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Hulu ini juga bisa menjadi percontohan. Baik di tingkat kabupaten/kota dan Provinsi. Bukan tidak mungkin juga, gerakan terobosan ini dicontoh di skala nasional," tutur Edi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.