Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Kalimantan Timur, 30 Titik Panas Terdeteksi

📅 Kamis, 01 Jun 2023, 19:58 WIB | Oleh:
Di Kalimantan Timur, 30 Titik Panas Terdeteksi Doc: ANTARA/HO COP-Ruweti Nurpiana
Ket. Arsip Foto - Petugas memadamkan api yang meliputi lahan di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 30 titik panas indikator awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur selama periode pengamatan Rabu (31/5) pukul 01.00 hingga 24.00 WITA.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan-Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Kamis, menyampaikan bahwa titik panas, lokasi dengan suhu relatif tinggi dibandingkan area sekitarnya, terpantau di lima kabupaten selama periode pengamatan itu.

Titik panas terpantau di wilayah Kabupaten Paser (1), Kutai Timur (22), Kutai Kartanegara (4), Berau (2), dan Mahakam Ulu (1).

Menurut data BMKG, titik panas terpantau diKecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser; Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu; serta Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.

Di Kabupaten Kutai Timur, titik panas terpantau tersebar di Kecamatan Sangatta Utara (6), Kecamatan Bengalon(12), KecamatanBusang(1), dan Kecamatan Kaubun(3).

Selain itu, titik panas terpantau diKecamatan Loa Kulu(2), Kecamatan Samboja(1), dan Kecamatan Muara Wis(1) diKabupaten Kutai Kartanegara.

"Semua titik panas yang terdeteksi kemarin memiliki tingkat kepercayaan menengah," kata Diyan.

Ia menambahkan, titik panas yang terpantau selama pengamatanRabu (31/5) berada di lokasi yang berbeda dengan titik panas yang terdeteksi dua hari sebelumnya.

Menurut dia, hasil pemantauan titik panas sudah disampaikan ke pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Diyanmengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadi kebakaran menjelang musim kemarau.

"Saya juga mengajak masyarakat mengikuti aturan pemerintah, yakni tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan, tidak membakar sampah sembarangan, dan terus memantau informasi dari BMKG," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.