Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Dampak Ekologis Eksploitasi

📅 Senin, 29 Mei 2023, 11:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangi Dampak Ekologis Eksploitasi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - DPR RI menegaskan pentingnya meminimalkan dampak ekologis akibat eksplorasi dan pengeboran slime hole panas bumi di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jangan sampai proyek yang bertujuan untuk memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) ini malah menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.

"Tadi saya kemukakan karena sudah pernah ada (bencana longsor) di daerah Kabandungan. Supaya kalau misalnya nanti betul ada pengeboran atau eksplorasi itu harus dihitung benar supaya tidak berdampak kepada masyarakat. Misalnya terjadi ada gempa maupun tanah longsor yang merugikan masyarakat karena pernah terjadi ada di Kabandungan (yang disebabkan karena aktivitas pengeboran) yaitu Chevron itu. Jadi ini kan mumpung lagi (tahap persiapan jadi) dikaji kembali," jelas anggota Komisi VII DPR RI, Ribka Tjiptaning Proletariyati, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Ribka, sejauh ini tidak ada masalah yang disampaikan masyarakat terkait wilayah yang dilakukan pengeboran. Namun, pihaknya tetap mengingatkan dengan tegas terkait dampak ekologis yang mungkin saja muncul setelah pengeboran.

"Kalau persoalan tanahnya tidak ada masalah dari masyarakat sekitar, tapi harus diantisipasi supaya tidak ada masalah, atau dampak eksplorasi. Setiap eksplorasi itu pasti ada dampaknya sebenarnya. Dampaknya masalah kesehatan, pertanian, lingkungan misalnya, nah itu diantisipasi," jelas Legislator Dapil Jawa Barat IV ini.

Meski demikian, Ribka juga berharap dengan dilakukannya eksplorasi dan pengeboran slime hole panas bumi di Sukabumi ini, hal itu bisa memunculkan alternatif energi yang bisa digunakan untuk mengurangi dampak polusi dan emisi karbon.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong eksplorasi dan pengeboran slim hole di Cisolok, Sukabumi mengingat besarnya potensi panas bumi di daerah tersebut. Hal ini dikatakannya, meski menurut data yang diterimanya dua titik pengeboran yang telah dilakukan di Sukabumi belum maksimal.

"Tetapi yang jelas ada potensi di kawasan tersebut meskipun belum dapat gambaran approvement," jelas Sugeng usai memimpin Kunjungan Spesifik Komisi VII di Jawa Barat, Jumat, (26/5).

Menurutnya, potensi panas bumi di Sukabumi, dan Indonesia umumnya sangat besar dan hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan dengan optimal. Seperti Diketahui, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sekitar 24 GW, namun baru bisa dimanfaatkan sekitar 2.130 MW yang berasal dari 16 PLTP pada 14 WKP atau pemanfaatannya baru sekitar 8,9 persen dari total sumber daya (potensi) yang dimiliki. Untuk tahun 2020, pemerintah menargetkan kapasitas terpasang untuk panas bumi sebesar 2.270,7 MW.

Pendekatan ESG

Meski demikian, Sugeng mengungkapkan eksplorasi ini harus tetap dengan pendekatan Environmental, Social and Governance (ESG). Apalagi, di sekitar daerah proyek panas bumi ini terdapat wilayah geopark, serta konservasi flora dan fauna.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan keperluan terhadap energi terbarukan ini sangat penting guna mencegah terjadi perubahan iklim. Upaya ini juga dilakukan demi mengurangi energi fosil yang mendominasi dalam men-support energi kelistrikan dunia dan menurunkan emisi karbon.

"Cepat atau lambat akan kita kurangi (penggunaan energi fosil) sehingga sampai titik optimal 2060 net zero emission. Panas bumi merupakan energi yang besar sekali potensinya di Indonesia termasuk juga tenaga angin," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.