Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebun Raya Kuningan, Tempat 'Healing' yang Kaya Oksigen

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Kebun Raya Kuningan, Tempat  'Healing' yang Kaya Oksigen Doc: Istimewa

Kuningan dengan alamnya yang indah dan asri pada 2016 mendeklarasikan diri sebagai kabupaten konservasi. Secara alami, Kabupaten Kuningan menawarkan pemandangan alam yang memanjakan mata dan pikiran.

Kuningan dengan alamnya yang indah dan asri pada 2016 mendeklarasikan diri sebagai kabupaten konservasi. Hal tersebut didukung dengan program seruling, akronim dari siswa baru peduli lingkungan. Setiap siswa wajib menyumbangkan bibit pohon untuk pelestarian alam. Tujuannya agar masyarakat sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan.

Salah satu faktor penting dalam mendukung kabupaten konservasi adalah adanya Kebun Raya Kuningan (KRK). Kebun raya yang didirikan pada pada 2005 ini dibangun di atas lahan bekas perkebunan swasta di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.

KRK berada di sebuah pegunungan di sisi utara Taman Nasional Gunung Ciremai. Meski berada di Kuningan, jarak dari pusat Kota Cirebon hanya 15,6 kilometer. Sementara itu dari pusat Kota Kuningan jaraknya 37,5 kilometer. Gerbang tol trans Jawa terdekat dari lokasinya adalah Gerbang Tol Palimanan, dengan jarak 14,4 kilometer.

Pada awalnya KRK masih berbentuk hutan. Pada 2009, mulai ada perekrutan karyawan untuk mengelola hutan yang sekarang menjadi Kebun Raya Kuningan. Menginjak 2015, kebun daya ini mulai beroperasi dan terbuka untuk umum.

Luas KRK tidak main-main yaitu mencapai 154 hektare atau hampir dua kali lipat dari Kebun Raya Bogor yang memiliki luas 87 hektare. Ketinggian berada di 490 - 870 Mdpl, sehingga udaranya cukup sejuk. Sebelum mencapai pintu gerbang selamat datang KBK, pelancong akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang menyegarkan.

Dengan hutannya yang kian lebat KRK memang menjadi lumbung oksigen. Bagi orang kota menghirup udara segar dan bersih pasti sangat didambakan. Tempat ini seakan menjadi "obat" yang dapat menyembuhkan dari segala macam masalah.

Terdapat beberapa kawasan di Kebun Raya Kuningan yaitu kantor penelitian, pendidikan lingkungan, rekreasi aktif, konservasi, koleksi tumbuhan lokal, buah-buahan, tumbuhan koleksi Indonesia khususnya Jawa, dan tumbuhan koleksi dunia.

Kawasan-kawasan tersebut dibangun untuk mendukung KRK sesuai dengan tujuan manfaatnya. Pertama secara ekologis menjadi tempat bagi perlindungan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati, pengendali tata air serta memperbaiki iklim mikro.

Dari sisi sosial budaya sebagai sarana penelitian dan pendidikan dan penyuluhan, sarana untuk mencerminkan identitas daerah, dan sarana rekreasi dan interaksi sosial. Secara ekonomi untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah salah satunya melalui kegiatan wisata.

Berdasarkan laporan dari Nanang Suyana dan Asep Zulkarnaen dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, koleksi KRK pada 2015 terdiri dari 51 suku, 160 marga, 212 jenis, 48 spesies, dan 23.488 spesimen.

Koleksi pembibitan 113 suku, 314 marga 403 jenis 247 spesies, dan 4.892 spesimen. Koleksi anggrek terdiri dari 1 suku, 23 marga, 35 jenis, 26 spesies, 205 spesimen. Koleksi database 92 suku, 192 marga, 166 jenis, 135 spesies, 30.202 spesimen.

Taman Tematik

KRK terdiri dari 9 zonasi, sementara koleksi tanaman terbagi dalam 114 petak. Selain itu terdapat taman tematik. Salah satu taman tematik adalah Taman Kuning. Aneka tanaman berbunga kuning menjadi salah spot foto dan aneka bunga berwarna kuning mengingatkan akan Kabupaten Kuningan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.