Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangka Tengah Tata Permukiman Warga di Alur Sungai Kurau

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 01:55 WIB | Oleh:
Bangka Tengah Tata Permukiman Warga di Alur Sungai Kurau Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Permukiman warga di bantaran Sungai Kurau di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Jumat (19/5)

KOBA

"Tahun ini kami mulai melakukan pembenahan dan penataan terhadap permukiman warga di bantaran Sungai Kurau. Anggarannya lumayan besar dan kami butuh dukungan dana dari kementerian terkait," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat.

Bupati menjelaskan, penataan terhadap permukiman warga di bantaran Sungai Kurau agar mereka mendapatkan hunian yang lebih layak.

"Rata-rata rumah di tepian Sungai Kurau sudah tidak layak huni, berdinding papan yang sudah keropos dan terkesan kumuh," ujarnya.

Bupati mengatakanbahwa sudah dilakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk pemantapan perencanaan penataan permukiman penduduk di Desa Kurau Barat dan Kurau Timur itu.

"Sungai Kurau ini membelah dua desa yaitu Desa Kurau Barat dan Desa Kurau Timur. Penduduknya rata-rata bekerja sebagai nelayan," ujarnya.

Bupati mengatakan, Desa Kurau Barat dan Kurau Timur merupakan desa penghasil ikan segar danditetapkan sebagai desa ekonomi kreatif.

"Desa Kurau Barat dan Kurau Timur juga merupakan pintu masuk wisatawan untuk menuju Pulau Ketawai yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di daerah ini," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, dua desa ini harus ditata sehingga tidak terkesan kumuh karena menjadi pintu masuk wisatawan yang juga berada di jalan lintas provinsi.

"Selain penataan permukiman warga, kami secara bertahapjuga melakukan pengerukan alur sungai dan meningkatkan fasilitas pembangunan pelabuhan nelayan di muara sungai," ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Bangka Tengah Fani Hendra Saputra mengatakan, terdapat 110 unit rumah yang terdampak dari kegiatan penataan kawasan kumuh di Desa Kurau Barat dan Kurau Timur.

"Tercatat 110 unit rumah yang terdampak dan harus direlokasi dan tujuh rumah dilakukan pemugaran," katanya.

Namun demikian, kata dia, sesuai arahan bupati akan terus dilakukan pendataan terutama untuk rumah yang dipugar untuk.

"Sesuai arahan, kami tetap melakukan pendataan apakah tetap tujuh rumah dengan nilai seperti itu atau ada penambahan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Kekeringan Melanda, Petani ...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.