Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

17 Negara Berminat untuk Tanamkan Investasi di IKN

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 00:39 WIB | Oleh:
17 Negara Berminat untuk Tanamkan Investasi di IKN Doc: istimewa

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat 17 negara meminati investasi di Ibu Kota Negara Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim) per 7 Mei 2023.

OIKN hingga 7 Mei 2023 menerima Letter of Intents (LoI) untuk investasi di IKN yakni lebih dari 200 perusahaan swasta, baik domestik maupun luar negeri, dan jumlah tersebut terus bertambah.

"Alhamdulillah, indikasibaiknya terdapat sekitar 17 negara sudah masuk (minat) investasi di IKN," kata Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, dalam seminar daring Pengembangan Ibu Kota Nusantara sebagai Kota Tangguh, Net Zero dan Ekonomi Sirkuler yang diikuti di Jakarta, Jumat (19/5).

Seperti dikutip dari Antara, Ali mengatakan OIKN pada tahun 2024 berfokus pada pembangunan ekosistem lengkap di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Adapun untuk pembangunan Subwilayah Perencanaan 1A KIPP IKN dengan total luas lahan 2.876 hektare dan area pengembangan 921 hektare.

Tim Perencanaan IKN saat ini sudah menangani total 3.115 kavling tanah, di mana untuk Wilayah Perencanaan (WP) KIPP terdapat 798 kaveling.

Adapun tipe-tipe kaveling di WP KIPP IKN diperuntukkan bagi sektor hunian sebanyak 257, pendidikan sebanyak 94 kaveling, kesehatan sebanyak 22 kaveling, perdagangan dan jasa sebanyak 165 kaveling.

Perkantoran Swasta

Kemudian, untuk perkantoran swasta sebanyak tiga kaveling, sarana prasarana umum sebanyak 116 kaveling, pemerintahan sebanyak 110 kaveling, pertahanan keamanan sebanyak 28 kaveling dan transportasi tiga kaveling.

Sedangkan untuk WP IKN Barat dialokasikan 1.070 kaveling, kemudian WP IKN Timur 1 sebanyak 875 kaveling dan WP IKN Timur 2 sebanyak 372 kaveling.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, mengatakan pihaknya memperkenalkan potensi investasi pengembangan energi terbarukan (EBT) yang dikembangkan di IKN ke investor Timur Tengah.

Uni Emirat Arab (UEA) telah aktif berinvestasi di Indonesia, di antaranya di sektor jalan tol, energi terbarukan dan ikut membangun sovereign wealth fund untuk Indonesia.

"Oleh karena itu, kami bertemu Undersecretary Hassan untuk menindaklanjuti pertemuan antarpimpinan negara, dan mengunjungi beberapa perusahaan UEA yang telah berinvestasi di Indonesia," ujar Agung.

Agung berharap hal ini menjadi jalan untuk mewujudkan IKN dengan dukungan investasi dari berbagai pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.