Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Akan Kehilangan Peringkat Negara Terpadat ke-4 pada 2045

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Indonesia Akan Kehilangan Peringkat Negara Terpadat ke-4 pada 2045 Doc: Istimewa
Ket. Pertumbuhan penduduk Indonesia akan melambat menjadi 0,4 persen pada 2045, dari 1,17 persen pada 2022.

JAKARTA -Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) baru-baru ini mengatakan Indonesia akan kehilangan gelar sebagai negara terpadat keempat di dunia pada 2045, karena tingkat kelahiran yang melambat.

Dikutip dari The Straits Times, sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Pusat Statistik menunjukkan, pertumbuhan penduduk akan melambat menjadi 0,4 persen pada 2045, dari 1,17 persen pada 2022.

Artinya, dalam 22 tahun ke depan, Indonesia akan berpenduduk 324 juta orang, menempatkannya di belakang Nigeria dan Pakistan dalam peringkat demografis.

"Pertumbuhan penduduk kita melambat setiap tahun, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 0,67 persen pada periode 2020 hingga 2050," kata Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Selasa (16/5).

Temuan ini mencerminkan pergeseran populasi besar yang terjadi di seluruh dunia, terutama ketika pendapatan berubah dan tingkat kelahiran melambat di negara-negara berpenghasilan menengah.

Sebelumnya, Tiongkok dilaporkan kehilangan gelarnya sebagai negara terpadat di dunia karena India, dengan Beijing melaporkan populasinya menyusut untuk pertama kalinya dalam enam dekade pada 2022.

Indonesia telah mengandalkan dividen demografisnya, potensi pertumbuhan ekonomi dari memiliki pangsa penduduk usia kerja yang lebih besar, untuk keluar dari apa yang disebut "perangkap pendapatan menengah" dan mencapai tujuannya untuk berubah menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

Pemerintah telah memperkenalkan kampanye keluarga berencana yang tidak hanya akan membantu menurunkan angka kelahiran, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia seperti kesehatan, pendidikan dan pekerjaan.

Proporsi penduduk Indonesia berusia di atas 65 tahun diperkirakan meningkat menjadi 14,6 persen pada tahun 2045, dari 6,2 persen pada 2020. Penduduk usia produktif, antara usia 15 dan 64 tahun, akan turun menjadi 65,8 persen dari 69,3 persen pada periode yang sama.

"Struktur populasi sedang mengalami perubahan cepat secara global," kata Monoarfa.

"Kita harus bisa pulih dari pandemi dan melakukan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan ke depan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.