Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Minta Asosiasi Pertambangan Terapkan Tata Kelola Bisnis yang Baik

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 17:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Minta Asosiasi Pertambangan Terapkan Tata Kelola Bisnis yang Baik Doc: Istimewa.
Ket. Acara halal bi halal Asosiasi Pertambangan di Jakarta, Selasa (16/5).

JAKARTA - Pemerintah meminta pelaku usaha pertambangan di Tanah Air untuk menerapkan tata kelola bisnis yang baik, menjaga keselamatan kerja dan menjaga kelestarian lingkungan.

Permintaan itu disampaikan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif di depan lima asosiasi pertambangan Indonesia meliputi Indonesia Mining Association (IMA), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) saat menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1444 Hijriah, di Grand Sahid Jakarta, Senin (15/5).

"Selama tiga tahun saya membantu Pak Menteri, khususnya di tata kelola minerba, kami menemukan banyak sekali persoalan. namun begitu, kami tetap mengajak semua pelaku tambang untuk menerapkan kaidah-kaidah pertambangan yang baik, meningkatkan keselamatan kerja, dan memperhatikan lingkungan hidup," ujar Irwandy.

Dia juga sependapat dengan pernyataan para ketua umum yang menjadikan momen halal bihalal sebagai titik awal dalam memajukan pertambangan di Indonesia. "Apa yang disampaikan oleh para ketua umum tadi, mari kita kembali ke fitrah masing-masing dan mari Bersama-sama memajukan pertambangan di Indonesia," ucap dia.

Tak hanya itu, atas nama Kementerian ESDM, Irwandi mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1444 hijriah dan mohon maaf lahir batin kepada seluruh asosiasi dan para pelaku usaha tambang. "Kementerian ESDM mengucapkan selamat Idul Fitri 1444 Hijriah mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota asosiasi pertambangan Indonesia," tandasnya.

Sementara Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Rizal Kasli menegaskan bahwa Halal Bihalal ini menjadi moment silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam membangun pertambangan Indonesia yang lebih baik.

"Kolaborasi menjadi suatu yang sangat penting tidak terkecuali di Industri pertambangan yang punya multi stakeholders. Lewat kegiatan Halal Bihalal bersama ini kita ingin membangun silaturahmi sekaligus kebersamaan untuk memajukan industri pertambangan ke depan. Asosiasi yang terlibat di sini pun mewakili beberapa elemen penting seperti pelaku usaha di pertambangan batubara dan mineral. Lalu ada juga asosiasi khusus nikel dan asosiasi usaha Jasa pertambangan yang semuanya memiliki peran penting dalam memajukan industri pertambangan ke depan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.