Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tukang Sol Sepatu, Profesi Langka yang Bisa Hasilkan Rp300 Ribu/Hari

📅 Minggu, 14 Mei 2023, 09:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tukang Sol Sepatu, Profesi Langka yang Bisa Hasilkan Rp300 Ribu/Hari Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Seorang pelaku usaha sol sepatu keliling di Rangkasbitung Kabupaten Lebak tengah menjahit sepatu pelanggannya dengan tarif jasa tergantung tingkat kerusakannya mulai Rp15 ribu sampai Rp50 ribu/pasang.

LEBAK -Pendapatan sejumlah pelaku usaha sol sepatu keliling di Kabupaten Lebak, Banten, mencapai Rp300 ribu per hari sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan mampu menyekolahkan anak-anaknya.

"Kami sejak setahun terakhir ini penghasilan jasa tukang jahit sepatu keliling rata-rata Rp300 ribu/hari," kata Dedi (55) seorang pelaku usaha sol sepatu saat ditemui di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu (14/5).

Pendapatan jasa usaha sol sepatu keliling sebesar Rp300 ribu itu karena banyak pelanggan.

Sebab, kata dia, dirinya menggeluti profesi usaha jahit sepatu sudah hampir 30 tahun di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.

Selain itu juga populasi pelaku usaha jasa sol sepatu keliling di Kabupaten Lebak bisa dihitung dengan jari tangan.

Menurut dia, anak -anak muda sekarang lebih memilih bekerja di pabrik dibanding usaha jasa sol sepatu."Kami menggeluti usaha ini bisa terpenuhi kebutuhan ekonomi keluarga juga mampu menyekolahkan dua anaknya hingga lulus SMA dan kini sudah bekerja di Jakarta," katanya.Menurut dia, dirinya setiap hari berkeliling masuk kampung keluar kampung hingga menempuh perjalanan 20 kilometer dan pelanggan tak pernah sepi.

Parapelangganmemberikan imbalan atau upah yang ditetapkanya yang beragam dan tergantung tingkat kerusakan sepatu dan sandal, mulai Rp15 ribu sampai Rp50 ribu/pasang.

"Jika jenisnya mudah dan ukurannya kecil seperti sepatu anak-anak Rp20 ribu/pasang, untuk yang jenis sepatu olah raga dewasa Rp25 ribu/pasang, dan yang kulit agak keras Rp50 ribu/pasang," kata Dedi.

Begitu juga Ujang (45) seorang pelaku usaha sol sepatu keliling mengaku bahwa dirinya cukup lega setelah pandemi COVID -19, pendapatan relatif lumayan hingga pulang ke rumah bisa membawa uang rata-rata Rp300 ribu/hari.

Profesi usaha jahit sepatu digeluti sejak usia 20 tahun dan kini hampir 25 tahun masih berkeliling mencari konsumen.

Bahkan, dirinya terkadang berjalan kaki ke Pandeglang sepanjang 20 kilometer.

Pendapatan tukang jasa sol sepatu dan sandal Rp300 ribu bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebab, modal usaha sol sepatu dan sandal itu hanya keterampilan dan benang sehingga memperoleh keuntungan yang lumayan."Kami bisa membeli motor, rumah dan tiga anaknya bisa sekolah hingga SMP dan SMA," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.