Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Dampak Bahaya Angin Kencang di Wilayah Rejang Lebong

📅 Jumat, 12 Mei 2023, 20:40 WIB | Oleh:
Waspada Dampak Bahaya Angin Kencang di Wilayah Rejang Lebong Doc: ANTARA/dokumen
Ket. Peralatan penanggulangan bencana milik BPBD Rejang Lebong.

REJANG LEBONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, memperingatkan warga di daerah itu mewaspadai dampak bahaya angin kencang akibat dampak cuaca ekstrem yang berkemungkinan terjadi di wilayah itu.

"Warga Rejang Lebong kita peringatkan untuk mewaspadai bahaya akibat angin kencang sehingga bisa menyebabkan puting beliung maupun pohon tumbang," kata Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong Shalahudin di Rejang Lebong, Jumat.

Dia menjelaskan potensi dampak cuaca ekstrem ini setelah pihaknya menerima peringatan dini cuaca dari BMKG Provinsi Bengkulu yang menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam wilayah itu terhitung 12-14 Mei 2023.

Cuaca ekstrem di wilayah itu, kata dia, terlihat mulai Kamis malam (11/5) dengan turunnya hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang dan petir, kendati demikian hingga siang hari keesokannya tidak ada laporan kerusakan pemukiman warga.

Sejauh ini BPBD Rejang Lebong, tambah dia, sudah memetakan beberapa lokasi di wilayah itu yang rawan bencana alam seperti banjir terutama dalam wilayah Kecamatan Curup Kota, kemudian Sindang Beliti Ilir, Sindang Beliti Ulu dan Kecamatan Kota Padang.

Sedangkan untuk titik rawan bencana gunung meletus dengan radius 5 km dari puncak Gunung Api Bukit Kaba yakni Kecamatan Selupu Rejang, Sindang Kelingi dan Kecamatan Sindang Dataran.

Kemudian titik rawan tanah longsor meliputi sejumlah desa yang berada di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumsel yang meliputi wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding, Binduriang dan Sindang Kelingi, serta sepanjang Jalan Lintas Curup-Kabupaten Lebong.

Selain itu tanah longsor ini juga kerap terjadi di wilayah kecamatan yang berada di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Kota Padang dan Sindang Dataran. Serta daerah rawan puting beliung di wilayah Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrem, pihaknya kata Shalahudin, sudah menyiagakan personel Pusdal Ops, relawan tingkat desa serta peralatan penanggulangan bencana dan logistik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.