Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Titik Panas Berkurang Menjadi Enam di Kalimantan Timur

📅 Jumat, 12 Mei 2023, 20:25 WIB | Oleh:
Titik Panas Berkurang Menjadi Enam di Kalimantan Timur Doc: ANTARA/ANDIKA WAHYU
Ket. Arsip Foto-- Peladang membuka lahan dengan membakar di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pembukaan lahan dengan membakar bisa menyebabkan kebakarsn hutan dan lahan.

BALIKPAPAN - Jumlah titik panas indikator awal kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat berkurang menjadi enam dari 14 pada hari sebelumnya menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman SepingganBalikpapan Diyan Novrida, enam titik panas yang dideteksi selama periode pemantauan Jumat pukul 01.00 hingga pukul 17.00 WITA tersebar di wilayah Kabupaten Paser, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Berau.

Satu titik panas terdeteksi di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser; satu titik panas terpantau di KecamatanBengalon, Kabupaten Kutai Timur; dua titik panas dideteksi di Kecamatan LoaKulu, Kabupaten Kutai Kartanegara; dan dua titik panas terpantau diKecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.

Menurut Diyan, keenam titik panas itumemiliki tingkat kepercayaan menengah.

"Sebaran enam lokasi titik panas yang terdeteksi ini sudah kami informasikan ke pihak terkait guna mendapatkan tindakan lebih lanjut," katanya.

Ia menambahkan, informasi mengenai sebaran titik panas antara lain disampaikan keBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Diyanmenjelaskan pula bahwa 14 titik panas yang terdeteksi pada Kamis (11/5) sudah padam karena hujan.

Enam titik panas yang terpantau pada Jumat, menurut dia, merupakan titik panas baru yang muncul di lokasi yang berbeda dengan titik panas yang dideteksi pada hari sebelumnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya kewaspadaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meskipun hujan masih turun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.