Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakal Ada Deklarasi Pemberantasan Perdagangan Manusia

📅 Rabu, 10 Mei 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Bakal Ada Deklarasi Pemberantasan Perdagangan Manusia Doc: ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA
Ket. Menko Polhukam RI, Mahfud MD

LABUAN BAJO - Para pemimpin Asean akan mendeklarasikan komitmen bersama untuk pemberantasan perdagangan manusia di kawasan. Deklarasi itu sebagai bentuk kepedulian atas banyaknya penipuan dengan menyalahgunakan teknologi untuk memikat para calon korban.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 Asean (The Association of Southeast Asian Nations) di Ayana Komodo, Waecicu Beach, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/5), mengatakan deklarasi akan menghadirkan pendekatan komprehensif dalam mengatasi praktik perdagangan manusia yang dimulai dari pencegahan hingga perlindungan korban. "Itu juga meningkatkan kolaborasi kita bersama untuk menangkal penyalahgunaan teknologi," kata Mahfud.

Semangat pemberantasan perdagangan manusia, papar Mahfud seperti dikutip dari Antara, perlu didukung melalui upaya percepatan perundingan perjanjian ekstradisi Asean. Perjanjian itu sangat dibutuhkan dan telah dirundingkan cukup panjang.

"Perjanjian itu akan mencegah kawasan kita menjadi surga bagi para kriminal, sekaligus menguatkan status Asean sebagai Masyarakat berbasis hukum," kata Mahfud.

Kejahatan Lintas Negara

Dia juga sebelumnya menyampaikan ajakan Pemerintah Indonesia kepada komunitas Asean untuk senantiasa membekali kemampuan agar bisa secara efektif menangkal tantangan berbagai potensi kejahatan lintas negara di kawasan.

Mahfud menegaskan bahwa kejahatan lintas negara, baik itu terorisme, narkotika dan pencucian uang, hingga perdagangan manusia patut menjadi perhatian tersendiri bagi Asean. "Kita tidak punya pilihan selain memastikan Asean berkemampuan cukup untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut secara efektif," kata Mahfud.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia akan mengusung pembahasan pemberantasan perdagangan manusia dalam KTT Ke-42 Asean dengan penekanan penipuan daring atau online scams.

"Ini penting dan sengaja saya usulkan karena korbannya adalah rakyat Asean dan sebagian besar adalah warga negara Indonesia," kata Presiden.

Pakar kemiskinan sekaligus guru besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan, pemerintah perlu fokus pada hulu dalam meningkatkan upaya pencegahan perdagangan manusia.

"Itu memang isu krusial, karena masyarakat yang miskin dan sangat membutuhkan mudah tergiur dan terbujuk menerima tawaran bekerja di daerah lain, atau luar negeri. Namun karena ini sudah lintas negara perlu ada kerja sama lebih erat untuk mengatasi kejadian di daerah hilir," kata Bagong.

Selain itu, pemerintah juga harus fokus melalukan pencegahan di hulu. Memberi pemahaman agar warga miskin tidak mudah terbujuk. Hal yang lebih penting, memperluas program ekonomi kerakyatan agar warga miskin tidak terjebak utang, dan mereka punya pilihan lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.