Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor di Bogor, 107 KK Mengungsi

📅 Selasa, 09 Mei 2023, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Longsor di Bogor, 107 KK Mengungsi Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor
Ket. Lokasi kejadian bencana tanah longsor di Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Bencana tanah longsor telah mengakibatkan sebanyak 107 kepala keluarga (KK) harus mengungsi atau 342 jiwa di Desa Buanajaya, Tanjungsar. "Para korban mengungsi di SDN Cibeureum," ungkap Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, Senin (8/5).

Jalaludin menyebutkan peristiwa tanah longsor Minggu (7/5) dini hari dipicu hujan deras yang cukup lama. "Hujan deras lama serta kontur tanah labil dan terdapat mata air pada titik tersebut mengakibatkan tebingan longsor," paparnya. Jalal menyebutkan BPBD telah memberi kebutuhan dasar para korban seperti tenda pengungsi dan logistik tanggap darurat.

"Butuh penanganan lebih lanjut dari pihak terkait karena dikhawatirkan ada longsoran tambahan," ujar Jalal. Sebelumnya, Pelaksana tugas Bupati Bogor, Iwan Setiawan, telah menetapkan status tanggap darurat bencana karena Kabupaten Bogor dikepung bencana, Senin (24/4) lalu.

BPBD Kabupaten Bogor, saat itu mencatat bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pergeseran tanah terjadi di 15 desa dalam sehari. Peristiwa banjir terjadi di tujuh desa: Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng, Desa Kalongliud Kecamatan Nanggung, Desa Harkatjaya Kecamatan Sukajaya, dan Desa Bojong Kecamatan Tenjo.

Kemudian, di Kecamatan Jasinga, banjir terjadi di tiga desa: Kalongsawah, Koleang, dan Sipak. Lalu, bencana alam tanah longsor terjadi di tujuh desa: Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari, Desa Cidudeg Kecamatan Cigudeg, Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang, Desa Kalongliud dan Desa Pangkaljaya Kecamatan Nanggung, serta Desa Urug dan Desa Harkatjaya Kecamatan Sukajaya.

Bencana alam angin kencang terjadi di tiga desa: Kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong, serta Desa Cidudeg dan Desa Wargajaya Kecamatan Cigudeg. Terakhir, bencana alam pergeseran tanah terjadi di Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur. Tidak ada korban jiwa dalam belasan bencana alam tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.