Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Keluarga Rawan Stunting Terima Bansos di Banyuwangi

📅 Minggu, 07 Mei 2023, 19:46 WIB | Oleh:
Ribuan Keluarga Rawan Stunting Terima Bansos di Banyuwangi Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi
Ket. PT Pos Banyuwangi menyalurkan bansos daging ayam dan telur kepada keluarga rawan stunting. Minggu (7/5).

BANYUWANGI - Badan Pangan Nasional memberikan bantuan sosial berupa daging ayam dan telur kepada ribuan keluarga rawan stunting (KRS) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan bahwa keluarga rawan stunting yang telah menerima bantuan telur dan daging ayam dari Badan Pangan Nasional sebanyak 9.948 orang.

"Terima kasih Bapak Presiden terus menggulirkan program untuk mendorong peningkatan taraf kesehatan dan kesejahteraan warga. Program ini semakin melengkapi program-program penurunan stunting yang telah kami lakukan di Banyuwangi. Semoga dengan ini angka stunting bisa terus kami tekan," katanya di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa bansos telur dan daging ayam itu merupakan program pemerintah pusat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

"Di Banyuwangi sendiri, penyaluran-nya dilakukan oleh PT Kantor Pos Indonesia, dan sudah disalurkan dimulai sejak 4 Mei 2023," kata Ipuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini mengatakan, total keluarga di Banyuwangi yang terverifikasi dan layak menerima bantuan ini ada 9.948 orang.

"Data itu dari pendataan keluarga tahun 2021 yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)," ujarnya.

Henik menjelaskan, penyaluran bansos ini dilakukan berbasis kecamatan, dan selama dua hari pendistribusian (4-5 Mei) sudah ada 7.695 keluarga rawan stunting telah menerima bansos telur dan daging.

Untuk penanganan stunting, lanjut Henik, Pemkab Banyuwangi sendiri pada tahun ini mengalokasikan APBD senilai Rp7 miliar untuk intervensi nutrisi ibu hamil risiko tinggi dan anak usia di bawah dua tahun stunting dari keluarga tidak mampu.

Pemkab Banyuwangi juga melibatkan pedagang sayur keliling untuk menyalurkan bantuan makan tambahan bagi balita stunting ataupun ibu hamil risiko tinggi.

"Intervensi ini dilakukan berdasarkan pada data keluarga teridentifikasi stunting yang lengkapby name by address, berikut determinan penyebab hingga jenis intervensi yang bisa dilakukan," kata Henik.

Pemantauan yang dilakukan diperbarui secarareal timemelalui aplikasi Banyuwangi Tanggap Stunting oleh kader dasawisma dan posyandu yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK), termasuk juga mengoptimalkan edukasi dan konseling pra-nikah bagi calon pasangan suami istri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.