Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mobilitas Memacu Kasus Covid-19 Tertinggi 10 Bulan Terakhir

9 Kamis, 04 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mobilitas Memacu Kasus Covid-19 Tertinggi 10 Bulan Terakhir Mobilitas Memacu Kasus Covid-19 Tertinggi 10 Bulan Terakhir Doc: Sumber: covid19.go.id

» Pemerintah Harus Terus Mempercepat Vaksinasi Bagi Kelompok Rentan.

» Sebagian besar masyarakat menganggap virus Covid-19 sudah berubah menjadi penyakit flu biasa.

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Hal itu terlihat pada angka positivity rate yang mencapai 17,4 persen, yang berarti masih banyak kasus di masyarakat yang belum teridentifikasi.

Selain itu, laporan kasus kematian baru dari semula konsisten berada di bawah 10, bahkan 5 per hari, kini merangkak naik di puluhan kasus yakni tertinggi 37 kasus per hari. Sejauh ini, di gelombang Omicron setelah munculnya varian Arcturus kasus tertinggi dilaporkan pada 29 April melampaui dua ribu kasus. Catatan tersebut merupakan yang terbanyak selama 10 bulan terakhir.

Epidemiolog dari Univeristas Gadjah Mada (UGM), Riries Andono Ahmad, mengatakan bahwa hal itu wajar sebab baru saja ada peningkatan mobilitas yang sangat tinggi.

"Jadi, peningkatan kasus yang ada dibandingkan dengan peningkatan mobilitas relatif jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama 1-2 tahun yang lalu," kata Andono.

Hal yang terpenting, jelasnya, pemerintah harus terus mempercepat vaksinasi bagi kelompok rentan dan menyiapkan kemampuan rumah sakit untuk menangani kemungkinan lonjakan kasus.

Mengenai dugaan varian baru di balik peningkatan kasus, dia mengatakan sampai hari ini belum ada bukti mengenai adanya sebaran varian baru tersebut di Indonesia. Sementara itu, jelas di masa libur Lebaran kemarin ada peningkatan mobilitas luar biasa besar.

"Mobilitas sebagai penyebab penularan itu adalah sebuah fakta dan demikian juga dengan varian baru. Masalahnya, bukti yang kita miliki adalah adanya peningkatan mobilitas. Belum ada bukti saat ini yang menunjukkan adanya varian baru," kata Andono.

Tanpa ada bukti yang menunjukkan adanya varian baru yang bersirkulasi maka tidak bisa disimpulkan bahwa varian barulah yang menyebabkan peningkatan kasusnya. Varian baru, paparnya, sangat mungkin sudah bersirkulasi, tapi belum ada bukti yang mendukung.

Sebab, setiap varian Covid-19 baru, agar bisa menjadi varian dominan harus lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. Jika varian baru tersebut tidak lebih menular, mereka tidak akan bisa berkompetisi dengan varian yang ada. Seberapa lebih menular, itu sangat tergantung mutasi yang terjadi.

Di sisi lain, evolusi virus secara alami akan mengalami penurunan keparahan. Virus yang menyebabkan keparahan dan kematian tidak dapat berkembang biak, karena mereka akan mati ketika penderita diisolasi atau karena meninggal. Jadi, virus yang memberikan gejala ringan yang akan mampu bertahan, karena penderita bisa jadi tidak terdeteksi dan tetap dapat berinteraksi secara sosial.

Bagi sebagian besar masyarakat, virus Covid-19 sudah berubah menjadi penyakit flu biasa karena mereka sudah punya kekebalan.

"Akan tetapi bagi mereka yang berisiko tinggi, apalagi belum mendapatkan vaksinasi, virus ini tetap berpotensi menimbulkan keparahan dan kematian, sehingga upaya vaksinasi perlu ditargetkan untuk kelompok-kelompok risiko tinggi tersebut, bukan lagi diberikan pada seluruh populasi," papar Andono.

Secara terpisah, Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY, Setyarini Hestu Lestari, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengumpulkan sampel untuk diperiksa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Jangan Gagal Lagi di Kumamoto Masters

42 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Jangan Gagal Lagi di Kumamo...
Olahraga
Sangat Merugikan Tanpa Laga...
Olahraga
Arsenal Kokoh Di Puncak, Ma...

Belum Ada yang Mampu Meruntuhkan Keperkasaan An Se Young

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Belum Ada yang Mampu Merunt...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.