Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Undang Sejumlah Negara Berkembang ke Pertemuan G7

📅 Sabtu, 29 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Jepang Undang Sejumlah Negara Berkembang ke Pertemuan G7 Doc: ISTIMEWA
Ket. Menkeu Jepang, Shunichi Suzuki

TOKYO - Jepang akan mengundang beberapa negara berkembang untuk outreach meeting Kelompok Tujuh (G7) negara-negara maju yang diketuai Jepang pada bulan depan di Kota Niigata, kata Menteri Keuangan Shunichi Suzuki, Jumat (28/4).

Negara-negara yang para pemimpin keuangannya akan diundang untuk menghadiri outreach meeting termasuk India, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, dan Brasil, kata Suzuki dalam konferensi pers usai pertemuan kabinet.

Jepang adalah ketua pertemuan ekonomi maju G7 tahun ini. Pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dijadwalkan akan diadakan di Niigata pada 11- 13 Mei.

Sebelumnya, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengumumkan Jepang akan mengadakan pertemuan penjangkauan selama KTT G7 Ise-Shima, mengundang kepala negara dan pemerintahan negara non-G7 dan ketua organisasi internasional.

KTT Ise-Shima G7 akan menjadi KTT pertama yang diadakan di Asia dalam delapan tahun. Sehubungan dengan itu, dari Asia, para kepala negara dan pemerintahan Laos, Vietnam, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, dan Papua Nugini akan diundang.

Pembangunan Afrika

Selain itu, kepala negara dan pemerintahan Chad, Ketua Uni Afrika, akan diundang untuk memastikan bahwa hasil KTT akan tecermin dalam Konferensi Internasional Tokyo tentang Pembangunan Afrika (TICAD).

Selanjutnya, dari organisasi internasional akan diundang para ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Bank Pembangunan Asia (ADB), Dana Moneter Internasional, dan Bank Dunia.

"Dengan memperluas jangkauan pertemuan, kita akan membahas apa yang dibutuhkan untuk menopang kemakmuran Asia, yaitu mengarahkan pertumbuhan ekonomi sebagai pusat pertumbuhan dunia. Ini juga akan menampilkan isu-isu yang dianggap penting oleh Jepang, yang memegang Kepresidenan G7, dari perspektif global, termasuk investasi infrastruktur berkualitas, kesehatan dan wanita," tuturnya.

Secara terpisah, Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, pada akhir Februari, menegaskan G7 harus konsisten dalam langkah-langkah untuk mengakhiri perang Ukraina. Perang terus berkecamuk meskipun banyak tindakan hukuman yang diambil G7 dan negara-negara lain terhadap Russia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.