Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik di Asean

📅 Jumat, 28 Apr 2023, 09:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik di Asean Doc: istimewa

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekosistem kendaraan listrik harus tercipta di Asean. Sebab, sejumlah negara kawasan, termasuk Indonesia, memiliki sumber bahan baku kendaraan masa depan tersebut.

"Ekosistem itu harus di Asean. Kita kan dua produsen EV (Electric Vehicle/ Kendaraan Listrik) di Asean itu adalah Thailand dan Indonesia," kata Airlangga setelah rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/4), yang membahas penyelenggaraan KTT Asean.

Dia menjelaskan industri kendaraan listrik sudah dimiliki Thailand dan Indonesia. Selain itu, di antara negara Asean hanya Indonesia yang memiliki sumber produksi baterai kendaraan listrik. "Tetapi yang punya baterai hanya dari Indonesia. Nah dari ekosistem itu kita akan bangun. Dan siapa yang punya bahan baku lagi di luar Indonesia, Filipina ada juga. Jadi ini akan kita bangun bersama," kata dia.

Karena itu, Indonesia akan mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik bersama negara-negara Asean dalam KTT ke-42 Asean pada Mei 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain ekosistem kendaraan listrik, ujar Airlangga, Indonesia juga akan mendorong Asean Digital Economy Framework Agreement (DEFA), yang di antaranya, terkait penerapan elektronifikasi sistem pembayaran melalui QRIS antar negara-negara Asean. Saat ini, proyek percontohan QRIS lintas negara sudah terjalin di lima negara Asean dan telah berdampak pada penurunan ketergantungan terhadap dollar AS.

"Ini bertahap. Abis 5 kan, baru Asean (ada) 10. Sekarang yang hadir baru ASEAN 8 (negara) karena Thailand pemilunya dekat, pertengahan 14 mei kalau tidak salah. Kemudian Myanmar masih tidak diundang," kata Airlangga.

Puncak KTT Asean akan dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, tanggal 10-11 Mei 2023. Berbagai persiapan tempat penyelenggaraan acara sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia selaku pemegang Keketuaan Asean 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.