Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berkunjung ke Kampung Wisata Lawang Seketeng

📅 Jumat, 21 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh:
Berkunjung ke Kampung Wisata Lawang Seketeng Doc: Istimewa

Belakangan ini, tren kunjungan ke berbagai kampung wisata semakin meningkat. Selain menawarkan keindahan dan nilai budaya, sejumlah kampung wisata juga diminati karena sarat dengan nilai sejarah.

Terletak di kelurahan yang sama dengan Makam Belanda Peneleh, Kampung Lawang Seketeng dapat menjadi referensi tujuan wisata heritage.

Resmi dijadikan sebagai kampung wisata di tahun 2019, Kampung Lawang Seketeng adalah salah satu kampung tertua di Surabaya yang menyimpan beragam catatan sejarah.

Diduga kuat kampung ini sudah ada sejak zaman Majapahit. Hal itu terbukti dari adanya berbagai peninggalan arkeologis, seperti Sumur Jobong di Pandean Gang I.

Sumur Jobong seperti ini banyak terdapat pada situs-situs permukiman pada masa Hindu Buddha khususnya di Trowulan yang merupakan bekas Ibu Kota Majapahit.

Berbagai peninggalan sejarah lainnya akan banyak ditemui di Kampung Lawang Seketeng, sehingga pengunjung bisa berwisata sekaligus belajar sejarah.

Selain itu, terdapat Langgar Dukur Kayu yang konon dibangun sejak 1893. Tampak berbeda dengan bangunan-bangunan di sekitarnya, langgar tingkat dua itu memang terlihat kuno. Langgar tu disebut menjadi tempat mengaji Presiden Soekarno saat masih kecil.

Lalu bisa dijumpai terakota atau saluran air yang terbuat dari tanah liat yang sudah ada pada zaman Hindia Belanda, Rumah Kayu, Rumah Jengki dan Rumah Puing yang menjadi pusat daya tarik wisata.

Juga ada makam tokoh berpengaruh di masa lalu, Makam Mbah Dimo, dam Makam Syekh Zen Zaini Assegaf.

Lawang Seketeng juga menjadi kampung dari dua tokoh yang memiliki kiprah besar bagi sejarah Indonesia yakni Bung Karno dan Bung Tomo. Meja bundar milik Bung Tomo adalah salah satu barang peninggalan pahlawan kemerdekaan itu yang bisa dilihat.

Begitu memasuki kawasan ini, wisatawan akan disambut lukisan mural di tembok kampung. Lukisan tersebut menggambarkan ciri khas Lawang Seketeng, seperti kue kacamata, belimbing wuluh, serta sate manggul.

"Di sini juga telah ditemukan beberapa benda peninggalan sejarah seperti tombak dan Al Quran bertuliskan tangan," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, beberapa waktu yang lalu.

Pemkot Surabaya sendiri bertujuan memaksimalkan potensi wisata Kampung Seketeng untuk meningkatkan perekonomian warga.

Untuk itu, Pemkot Surabaya tak hanya melakukan penataan potensi wisata sejarah di kawasan tersebut. Namun juga melakukan pendampingan untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar. Misalnya, dalam bentuk pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan usaha kuliner atau souvenir-souvenir khas dari Kampung Seketeng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.