Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes AS Kunjungi Jurnalis Wall Street Journal di Penjara Rusia

📅 Selasa, 18 Apr 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dubes AS Kunjungi Jurnalis Wall Street Journal di Penjara Rusia Doc: head topics
Ket. Gedung kedutaan AS di Moskow dan wartawan Wall Street Journal (WSJ) Evan Gershkovich (Inset).

MOSKOW - Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia Lynne Tracy pada Senin (17/4) mengatakan bahwa ia untuk pertama kalinya mengunjungi wartawan surat kabar Wall Street Journal (WSJ) Evan Gershkovich yang ditahan di Moskow karena dituduh sebagai mata-mata.

"Dia merasa sehat dan kuat. Kami mengulangi seruan kami agar Evan segera dibebaskan," kata Tracy dalam pernyataan dalam bahasa Rusia di Telegram.

Gershkovich yang dipekerjakan oleh WSJ tidak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, ditangkap bulan lalu di Kota Yekaterinburg di Ural.

Untuk pertama kalinya sejak 1986, seorang wartawan AS ditangkap karena dicurigai sebagai mata-mata.

Pihak WSJ menolak tuduhan tersebut, yang ancaman hukumannya bisa mencapai 20 tahun penjara.

Pemerintah AS segera bereaksi dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut "konyol", dan Presiden Joe Biden menegaskan bahwa penahanan terhadap Gershkovic "sama sekali ilegal."

Tracy tidak menjelaskan berapa lama ia bertemu Gershkovic di pusat penahanan Lefortovo di Moskow. Kunjungan tersebut dilakukan menjelang sidang pengadilan yang akan memutuskan permintaan banding wartawan itu.

Di Washington, Gedung Putih menyatakan harapannya agar pihak kedutaan mendapatkan akses yang lebih luas untuk bertemu Gershkovich.

"Menyenangkan bisa menemuinya hari ini dan kembali kami ingin memastikan bahwa kami bisa terus melakukannya," kata John Kirby, juru bicara Gedung Putih bidang keamanan nasional.

Dinas Keamanan Rusia (FBS) menuduh Gershkovic sedang mengumpulkan rahasia negara mengenai kompleks industri militer Rusia. Menurut Kremlin, Gershkovic tertangkap basah sedang melakukan aksinya, tapi tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.

AS pekan lalu menyatakan bahwa kasus Gershkovich sebagai "salah tahan" karena tuduhan mata-mata tersebut sebagai palsu dan bersifat politis.

Utusan AS berjanji untuk melakukan apa pun demi untuk membebaskan Gershkovic dan Paul Whelan, seorang mantan marinir AS yang juga divonis sebagai mata-mata pada 2020.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.