Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Siap Jadi Produsen Hidrogen Hijau dengan Harga Terendah di Dunia

📅 Minggu, 16 Apr 2023, 11:17 WIB | Oleh:
India Siap Jadi Produsen Hidrogen Hijau dengan Harga Terendah di Dunia Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

India telah memperpanjang pembebasan biaya transmisi tenaga listrik terbarukan untuk pabrik-pabrik manufaktur hidrogen yang beroperasi sebelum Januari 2031. Ini sebagai upaya India yang bertujuan untuk menjadi produsen bahan bakar termurah di dunia, menurut seorang pejabat pemerintah.

Membangun proyek hidrogen dan amonia berskala besar membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun, dan kecil kemungkinannya banyak proyek yang akan beroperasi sebelum Juni 2025, kata pejabat pemerintah itu. Adapun tujuan India yakni untuk memproduksi hidrogen hijau dengan harga terendah di dunia, yakni 1-1,50 dolar AS per kilogram, turun dari harga 3-5 dolar AS per kilogram saat ini.

Reliance Industries (RELI.NS) dan Adani Enterprises (ADEL.NS) telah mengumumkan target biaya sebesar 1 dolar AS per kg pada tahun 2030. Sementara, Larsen & Toubro (LART.NS), Indian Oil (IOC.NS), NTPC (NTPC.NS), JSW Energy (JSWE.NS), ReNew Power (RENE.BO) dan Acme Solar (ACMO.NS) adalah beberapa perusahaan India terkemuka lainnya yang telah mengumumkan rencana untuk membuat hidrogen ramah lingkungan.

Energi terbarukan, termasuk transmisi, mencapai 65-70 persen dari biaya produksi hidrogen hijau, menurut perkiraan industri.

Biaya transmisi antar negara berkisar antara 1-2 rupee per unit daya yang ditransmisikan. Setiap penurunan satu rupee dalam biaya energi terbarukan mengurangi biaya hidrogen hijau sebesar 60 rupee India (0,73 dolar AS), kata pejabat tersebut.

Kementerian Energi Baru dan Terbarukan belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

Misi hidrogen India diperkirakan membutuhkan investasi senilai 8 triliun rupee India (98 miliar dolar AS) pada tahun 2030, termasuk 125 gigawatt kapasitas pembangkit non-fosil dan jalur transmisi baru.

India juga berencana untuk memberikan insentif kepada para produsen hidrogen hijau senilai setidaknya 10 persen dari biaya mereka di bawah skema senilai 2 miliar dolar yang akan dimulai sebelum akhir Juni.

Menteri Energi dan Energi Terbarukan R.K. Singh belum lama ini mengatakan, India menentang pelonggaran definisi hidrogen hijau untuk memasukkan bahan bakar yang dihasilkan dari energi rendah karbon, seperti yang diusulkan oleh beberapa negara maju dalam pertemuan G20.

Seperti diketahui, hidrogen hijau adalah hidrogen yang diproduksi menggunakan sumber energi bersih, seperti energi angin, energi matahari, atau energi air. Ini berbeda dari produksi hidrogen konvensional, yang biasanya menggunakan bahan bakar fosil seperti gas alam atau batubara.

Produksi hidrogen hijau menggunakan sumber energi yang bersih dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Hidrogen hijau juga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang bersih untuk transportasi dan industri, karena hanya menghasilkan uap air saat digunakan dan tidak menghasilkan emisi lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.