Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Kekerdilan Anak, Pemkot Bogor Imbau Orang Tua Jaga Asupan Gizi Anak Cegah Stunting

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 22:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kekerdilan Anak, Pemkot Bogor Imbau Orang Tua Jaga Asupan Gizi Anak Cegah Stunting Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Resmana menjadi pemateri dalam Pesantren Kilat Ramadhan 1444 Hijriah di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/4/2023).

Bogor -Atasi kekerdilan anak. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengimbau para orang tua untuk menjaga gizi anak secara seimbang guna mencegah stunting(kekerdilan pada anak) di kemudian hari.

"Karena salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi yang tidak seimbang. Jadi bukan jumlahnya (makan), tapi pola makannya, terutama asupan protein hewani, telur sehari cukup satu butir," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Resmanapada Pesantren Kilat Ramadhan 1444 Hijriah di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu sore.

Pesantren Kilat Ramadhan 2023 yang diinisiasi oleh Komunitas Wartawan Jabodetabek bekerja sama dengan unsur pondok pesantren dan mitra lainnya mendapat dukungan dari berbagai pihak yaitu Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor, Indofood, Dr Chiken, PT Inti Blessing Food.

Kemudian, Lezza (Unirama), Cibinong Center Industrial Estate (CCIE), PT Indocement Tunggal Prakarsa, Alfamart, Koperasi Karyawan Indocement (KKI), Sekretaris Perusahaan Perum LKBN ANTARA, Yayasan At-Tawassuth, Pesantren Al-Fatah, dan Serikat Pekerja Perum LKBNANTARA.

Ia menyarankan agar setiap anak mengonsumsi satu butir telur setiap hari untuk menghindari stunting.Sebab, telur mengandung omega seperti daging ikan.

"Ikan kan ada kandungan omeganya, jadi makanan yang paling enak adalah ikan yang ada telurnya, karena mengandung omegayang tidak dimiliki daging. Daging ada (omeganya) tapi kecil-kecil," ujarnya.

Anas mengatakan untuk mencegah stunting juga pola asuh yang baik untuk anak yaitu menjaga perasaan anak agar tetap bahagia.

"Tidak bahagia termasuk menyebabkan penurunan pertumbuhan badan. Kalau anak normal seharusnya senang, kalaupun normal, anak bisa pendek kalau tidak senang," katanya.

Kini, kata dia, DPRD dan Pemkot Bogor terus berkomitmen menekan angka stunting.

Hal itu karenadalam dua tahun terakhir angka stunting meningkat dari sebelumnya 16 persen menjadi 18,7 persen, padahal pertumbuhan ekonomi Kota Bogor di atas rata-rata. demikian AnasResmana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.