Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MTI Mengingatkan Perbaikan Tata Kelola Kendaraan Listrik

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 22:20 WIB | Oleh:
MTI Mengingatkan Perbaikan Tata Kelola Kendaraan Listrik Doc: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Ket. Ilustrasi - Penumpang naik ke dalam bus listrik di Jakarta, Senin (20/2/2023).

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya Setyaka Dillonmengharapkan adanya pengembangan atau reformasi terkait kebijakan tata kelola transportasi perkotaan yang tidak hanya memprioritaskan manfaat kendaraan listrik untuk pribadi, tetapi juga untuk kebutuhan publik secara umum.

Reformasi kebijakan untuk kebutuhan publik tersebut juga mesti mengedepankan inovasi ke transportasi berkelanjutan yang didukung dengan kemajuan teknologi.

"Elektrifikasi kendaraan harus masuk ke dalam agenda RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) sehingga upaya dari semua sektor saling sinkronisasi dan terhubung agar pembangunan ekonomi menjadi lebih nyata," kataHaryadalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, Harya berpendapat bahwa kendaraan bus listrik terbukti memiliki manfaat lebih besar untuk lingkungan dan menghindari kepadatan kendaraan di jalan.



"Saran lainnya adalah kembali mengencangkan skema insentif sehingga kendaraan berbahan bakar fosil bisa segera dipensiunkan. Terakhir, pengolahan limbah baterai dari mobil bekas agar bisa dipergunakan kembali untuk energi terbarukan sebagai bagian dari upaya penurunan emisi gas rumah kaca secara keseluruhan," kata Harya.

Sementara itu, Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashov Birry menilai peta jalan saat ini belum terlihat dengan jelas baik dalam membangun transisi energi terbarukan ataupun kebijakan tentang kendaraan listrik.

Ia menegaskan agar pemerintah dan pelaku industri sebaiknya tidak hanya fokus terhadap kontribusi kendaraan listrik secara ekonomi, tetapi juga menjamin keseimbangan antara perlindungan hak asasi manusia dan ekologis.

"Kendaraan listrik memang direncanakan untuk mengurangi emisi karbon. Tapi ingat, ada peningkatan cemaran toksisitas pada manusia karena penggunaan logam, bahan kimia, dan energi yang lebih besar untuk produksi mesin penggerak dan baterai tegangan tinggi. Karena itulah, elektrifikasi harus dipandang sebagai salah satu cara, bukan satu-satunya cara," kata Ashov.



Lebih lanjut, Ashov menyebutkan bahwa transformasi ke kendaraan listrik perlu memperhatikan beberapa faktor penting di antaranya pemerintah harus mengambil sikap tegas dengan tidak lagi mengeluarkan izin pembangunan PLTU baru dan percepatan proses pensiun dini PLTU yang sedang beroperasi, serta beralih pada energi terbarukan.

"Sumber utama penghasil energi listrik bukan dari PLTU batu bara.Kita berharap yang hijau bukan hanya yang di-charge-nya, tapi dari mana energinya berasal," ujarnya.

Selain itu, penting adanya pelibatan publik sepanjang proses pembukaan lahan tambang nikel, termasuk mendengarkan umpan balik yang diberikan masyarakat atas kebijakan transisi kendaraan listrik,

"Jangan menjadikan kendaraan listrik sebagai solusi palsu untuk mitigasi iklim, seperti pemberian subsidi kendaraan listrik pribadi dan pembukaan tambang nikel yang mengancam lingkungan dan mementingkan kelompok tertentu," kata Ashov.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.