Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dulu Kompak, Hubungan Polandia-Hongaria Kini Berubah Karena Ukraina

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 15:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dulu Kompak, Hubungan Polandia-Hongaria Kini Berubah Karena Ukraina Doc: ANTARA/Reuters/Aleksandra Szmigiel
Ket. Tisu toilet bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dijual pedagang saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi Warsawa, Polandia, Rabu (5/4/2023).

WARSAWA - Hubungan dekat yang sebelumnya dimiliki Polandia dengan Hongaria saat ini telah "banyak berubah" karena sikap pemerintah Hongariaterkait Ukraina, kata Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.

Morawiecki pada Kamis (13/4) juga mengatakan bahwa negaranya saat ini bekerja sama lebih erat dengan Romania dan negara-negara Baltik.

Ia tidak mengatakan apa dampak dari melemahnya hubungan dengan Hongaria, tetapi dua negara anggota Uni Eropa itu dulunya adalah sekutu yang kuat dalam perselisihan mereka dengan Uni Eropa terkait aturan hukum, imigrasi, dan hak LGBT.

"Hubungan kami dengan Hongaria banyak berubah karena posisi Hongaria terhadap Ukraina dan Rusia, itu kenyataannya. Kami sempat memiliki kerja sama yang sangat kuat di tingkat grup Visegrad, tetapi sekarang sangat berkurang," kata Morawieck.

Visegradadalah kelompok negara yang terdiri atas Republik Ceko, Hongaria, Polandia, dan Slovakia.

"Alih-alih dengan Hongaria, kami bekerja sama sangat sangat erat dengan Romania dan negara-negara Baltik, inilah mengapa saya sebut negara-negara Eropa Timur, kecuali Hongaria, memiliki pendapat yang sama tentang apa yang terjadi di Ukraina," katanya.

Ia mengungkapkan dinamika hubungan dengan Hongaria itu ketika berbicara di lembaga kajian AtlanticCouncildi Washington.

Sebelum Rusia mulai melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari tahun lalu, pemerintahan nasionalis di Polandia dan Hongaria adalah sekutu dekat.

Namun sejak invasi itu, Polandia dan Hongaria menempuh jalan yang berbeda. Warsawa menjadi salah satu pendukung terkuat Ukraina, sementaraBudapest mengkritik keterlibatan Eropa dalam konflik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi Polandia pekan lalu untuk berterima kasih atas bantuan "bersejarah" yang diberikan negara itu.

Zelanskyymengatakan Polandia perlu menjadi mitra utama dalam upaya rekonstruksi luas yang diperlukan saat invasi Rusia berakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.