Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yellen Meremehkan Kekhawatiran Resesi, Berharap Ekonomi AS Tumbuh

📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Yellen Meremehkan Kekhawatiran Resesi, Berharap Ekonomi AS Tumbuh Doc: AFP
Ket. Menkeu AS Janet Yellen.

WASHINGTON - Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperkirakan ekonomi terbesar di dunia itu akan terus tumbuh meski kekhawatiran resesi meningkat menyusul gejolak baru-baru ini di sektor perbankan.

Keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank bulan lalu telah mengguncang industri perbankan, mendorong otoritas AS termasuk Departemen Keuangan dan Federal Reserve turun tangan untuk mencegah penularan.

Sementara situasi telah mereda, para analis memperingatkan dampak dari ketidakstabilan baru-baru ini dapat terus berlanjut, karena bank memperketat standar pinjaman, mengurangi kredit yang tersedia untuk rumah tangga dan bisnis.

Tapi, dalam sebuah wawancara dengan AFP pada Kamis (6/4), Yellen mengatakan, "Saya terus mengantisipasi ekonomi AS akan tumbuh dan pasar tenaga kerja akan tetap kuat, dan inflasi akan turun."

Komentarnya muncul setelah Kepala Eksekutif JPMorgan Chase Jamie Dimon minggu ini memperingatkan, krisis saat ini belum berakhir dan akan terasa di tahun-tahun mendatang.

Ia mencatat kondisi saat ini tidak seperti saat krisis keuangan 2008. Tidak jelas kapan masalah itu akan berakhir, katanya.

Ditanya soal itu, Yellen mengaku berkomitmen untuk memastikan semua simpanan aman dan memantau kondisi sistem perbankan.

Para pejabat juga "siap menggunakan semua alat sesuai kebutuhan untuk ukuran institusi apa pun untuk menjaga sistem tetap aman dan sehat," katanya.

Setelah SVB runtuh, otoritas AS menetapkan rencana untuk memastikan nasabahnya dapat mengakses simpanan mereka.Pengecualian serupa diumumkan untuk Signature Bank.

The Fed dan bank sentral utama lainnya kemudian meluncurkan upaya terkoordinasi untuk meningkatkan akses pemberi pinjaman ke likuiditas.

"Sistem perbankan kami sehat dan tangguh," kata Yellen, seraya menambahkan bahwa sistem juga memiliki modal dan likuiditas yang kuat.

"Tindakan yang kami ambil dimaksudkan untuk memperkuat itu dan untuk memastikan kepercayaan publik yang luas," katanya kepada AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.