Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Eating Disorder Picu Gangguan Siklus Menstruasi Remaja

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 13:50 WIB | Oleh:
Waspada! Eating Disorder Picu Gangguan Siklus Menstruasi Remaja Doc: Children's Health
Ket. Ilustrasi

Ahli Endokrinologi Anak, Frida Soesanti mengungkapkan gangguan makan atau eating disorder bisa mengganggu siklus menstruasi dan berdampak buruk bagi kesehatan remaja putri. Adapun gangguan makan yang umum dialami remaja yakni bernama ilmiah anoreksia nervosa, yakni ketakutan memiliki kelebihan berat badan.

"Jadi cukup banyak pasien itu mengalami eating disorder (anoreksia nervosa) dan akhirnya mengganggu menstruasinya. Biasanya mereka mau mengikuti standar di media sosial menjadi kurus," kata Frida dalam siaran langsung di Instagram Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, dikutip dari Antara, Selasa (4/4).

Frida menjelaskan gangguan makan tentunya membuat tubuh remaja menjadi kekurangan gizi serta berat badan yang akhirnya berdampak pada gangguan siklus menstruasi. Padahal dalam kondisi normal, siklus menstruasi wanita dapat terjadi setiap bulannya dengan syarat tubuh minimal memiliki 20 persen lemak.

Namun saat seorang remaja putri mengalami gangguan makan, biasanya tubuhnya tidak memiliki lemak yang cukup sehingga tubuhnya tidak mampu bekerja dengan optimal. Ketika remaja mengalami gangguan menstruasi, kinerja hormon yang berada di dalam tubuhnya menjadi tidak seimbang dan berdampak pada kesehatan lainnya.

Lebih lanjut, Frida mencontohkan salah satu masalah hormon yang mungkin timbul pada remaja putri dengan gangguan menstruasi ialah osteoporosis.

"Hormon estrogen yang harusnya dihasilkan tubuh memiliki fungsi antiosteoporosis alami bagi wanita. Ketika hormon itu tidak dihasilkan maka akhirnya tulang remaja tersebut jadi lebih rapuh," ucapnya.

Ia menyebut perlu penanganan yang tepat untuk mengatasi gangguan menstruasi tersebut. Menurutnya, tidak hanya dari dokter spesialis endokrin tapi juga membutuhkan pendampingan dari dokter anak, ahli gizi, psikolog serta psikiater. Dengan demikian, remaja putri tersebut bisa menyembuhkan gangguan makannya sekaligus berangsur memperbaiki siklus menstruasi menjadi teratur kembali.

Frida juga menyarankan bagi para orang tua agar dapat sering berkomunikasi dengan remaja putrinya untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi sang buah hati saat menghadapi masa puber termasuk menghadapi menstruasi.

"Orang tua juga harus sering ajak ngobrol anaknya, karena ternyata di masa sekarang ini penyebab gangguan menstruasi pada remaja banyak terjadi karena mental health problem. Jadi kita bantu remaja putri ini memahami perubahan di dalam dirinya," tutur Frida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.