Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkumham Yasonna Lantik Dirjen HAM dan Dirjen Kekayaan Intelektual

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 15:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkumham Yasonna Lantik Dirjen HAM dan Dirjen Kekayaan Intelektual Doc: antarafoto
Ket. Pelantikan Dirjen HAM dan Dirjen Kekayaan Intelektual oleh Menkumham.

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly melantik lima orang pimpinan tinggi madya di antaranya Direktur Jenderal (Dirjen) HAM Dhahana Putra dan Dirjen Kekayaan Intelektual Min Usihen.

"Dengan ini, secara resmi saya lantik pada jabatan sebagaimana tercantum dalam surat keputusan yang telah dibacakan," kata Yasonna usai mengambil sumpah jabatan para pimpinan tinggi madya di Gedung Sentramulia Kemenkumham, Jakarta, Selasa (4/4).

Selain itu, tiga pimpinan tinggi madya lainnya yang dilantik Yasonna ialah Iwan Kurniawan sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM menggantikan Asep Kurnia; Kepala Badan Strategi dan Kebijakan (BSK) Hukum dan HAM Y. Ambeg Paramarta; serta Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Asep Kurnia.

"Semoga saudara-saudara senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan tugas tersebut," kata Yasonna.

Dalam kesempatan itu, Yasonna meminta para pejabat baru tersebut dapat menempatkan komitmen kepentingan Kemenkumham menjadi hal paling utama. Hal itu bertujuan agar lebih fokus dalam melaksanakan tugas, fokus dalam mendukung kebijakan pemerintah, dan berhasil mencapai tujuan organisasi.

"Tempatkan komitmen kepentingan organisasi Kemenkumham menjadi hal yang paling utama agar kita menjadi lebih fokus dalam menjalankan tugas, fokus dalam mendukung kebijakan pemerintah, dan berhasil mencapai tujuan," jelasnya.

Selai itu, salah satu hal yang ditekankan Yasonna adalah berubahnya nomenklatur dan organisasi baru BSK Hukum dan HAM dari sebelumnya Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Balitbangkumham).

"Selain mempunyai tugas dan fungsi yang baru, (BSK) juga memerlukan penyesuaian karena perubahan core bussiness. Semula penelitian dan pengembangan, saat ini berubah menjadi perumusan, penyusunan, dan pemberian rekomendasi strategi kebijakan," ujar Yasonna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.