Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Penyebab Gagal Ekspor ke Uni Eropa, Barantan Temukan Kandungan Aflatoksin Pala Indonesia Melebihi Batas

📅 Senin, 03 Apr 2023, 01:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Ini Penyebab Gagal Ekspor ke Uni Eropa, Barantan Temukan Kandungan Aflatoksin Pala Indonesia Melebihi Batas Doc: ANTARA/HO-SKP Ambon
Ket. Pengecekan kualitas pala dari Indonesia sebelum diekspor.

Ambon - Ternyata ini penyebab gagal ekspor ke Uni Eropa. Badan Karantina Pertanian (Barantan) menemukan kandungan aflatoksin buah pala dari Indonesia melebihi ambang batas.

"Ini menjadi salah satu alasan penolakan dari negara Uni Eropa (UE) terhadap pala Indonesia saat akan diekspor," ujar Analis Perakarantinaan Tumbuhan Ahli Utama Badan Karantina Pertanian Barantan Antarjo Dikin dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Minggu.

Antarjo Dikinmenyampaikan hal itu saat memaparkan materinya dalam rapat teknis mitigasi cemaran alfatoksin secara daring.

Ia menjelaskan aflatoksinmerupakan senyawa organik hasil metabolisme sekunder dari jamur Aspergillus sp, yang mempunyai sifat toksik atau racun bagi kesehatan manusia atau hewan.

Ambang batas kadar aflatoksin total (aflatoksin B1, B2, G1 dan G2) ≤ 20 μg per kilogram dengan syarat aflatoksin B1 ≤ 5 μg per kilogram tidak boleh mengandung pengawet, pengharum, dan pewarna.

Menurut dia, hal itu terjadi lantaran sebagian besar pala Indonesia dari perkebunan tradisional yang masih belum memerhatikan mutunya.

"Kemungkinan besar kontaminasi cendawan dan ketidaksesuain produk pun cukup tinggi," kata dia.

Pasalnya, berdasarkan data dari Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) dan Berita Faksimile (BRAFAKS) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di UE mencatat sepanjang 2016 hingga Juli 2022, pala Indonesia mendapatkan Notification of Non-Compliance (NNC) sebanyak 95 persen dari negara UE.

Disebutkan pula dalam kurun waktu2019 sampai dengan 2021, total ekspor pala biji tujuan UE sebanyak 6.864 ribu tondengan jumlah yang dinotifikasi92.074ton atau 1,34 persen. Tercatat pada sistem Barantan, IQFast, jumlah ekspor pala asal Maluku pada tahun 2022 sebanyak 3.114 ton.

Tindak lanjut stabilitas ekspor bebas cemaran aflatoksin, kataAntarjo, ???????dengan panen buah tidak menyentuh tanah, penjemuran pala dengan oven, serta pengemasan dengan silika gel dan kemasan kedap udara, kebersihan kontainer.

Oleh sebab itu, koordinasi beberapa instansi, seperti dinas perkebunan, OKKPD, Barantan dan eksportir, laporan monitoring perkembangan, dan klinik ekspor sangat diperlukan.

Dikemukakan bahwa penerapan standar harus dimulai dari hulu hingga hiliragar pala yang dihasilkan bebas dari cemaran aflatoksin dan sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Setiap rantai pasok mulai dari petani, pengumpul, eksportir, hingga distribusi, menurut dia, memiliki andil yang tinggi terhadap keberhasilan ekspor pala Indonesia.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Ambon Kostan mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pala sebagai bentuk upaya menyukseskan agrobisnis pertanian di Maluku.

Ia menyebutkan salah satunya dengan terus melakukan peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dari pejabat fungsional hingga memberikan bimbingan teknis kepada petani serta percepatan layanan ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.