Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Eating Disorder' Bisa Ganggu Siklus Menstruasi Remaja

📅 Senin, 03 Apr 2023, 20:18 WIB | Oleh:
'Eating Disorder' Bisa Ganggu Siklus Menstruasi Remaja Doc: ANTARA/HO/Pexels
Ket. Ilustrasi remaja putri memegang garpu dengan makanan.

JAKARTA - Ahli Endokrinologi Anak dr. Frida Soesanti, Sp.A(K) mengungkapkan eating disorder atau gangguan makan bisa mengganggu siklus menstruasi dan berdampak buruk bagi kesehatan remaja putri.

Gangguan makan yang dimaksud dikenal dengan nama ilmiah Anoreksia nervosa dan biasanya dialami remaja karena ketakutan memiliki kelebihan berat badan.

"Jadi cukup banyak pasien itu mengalami eating disorder (anoreksia nervosa) dan akhirnya mengganggu menstruasinya. Biasanya mereka mau mengikuti standar di media sosial menjadi kurus," kata Frida dalam siaran langsung di Instagram Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, Senin.

Frida menjelaskan gangguan makan tentunya membuat tubuh remaja menjadi kekurangan gizi serta berat badan yang akhirnya berdampak pada gangguan siklus menstruasi.

Padahal dalam kondisi normal, siklus menstruasi wanita dapat terjadi setiap bulannya dengan syarat tubuh minimal memiliki 20 persen lemak.

Namun saat seorang remaja putri mengalami gangguan makan, biasanya tubuhnya tidak memiliki lemak yang cukup sehingga tubuhnya tidak mampu bekerja dengan optimal.


Ketika remaja mengalami gangguan menstruasi, kinerja hormon yang berada di dalam tubuhnya menjadi tidak seimbang dan berdampak pada kesehatan lainnya.

Frida mencontohkan salah satu masalah hormon yang mungkin timbul pada remaja putri dengan gangguan menstruasi ialah osteoporosis.

"Hormon estrogen yang harusnya dihasilkan tubuh memiliki fungsi antiosteoporosis alami bagi wanita. Ketika hormon itu tidak dihasilkan maka akhirnya tulang remaja tersebut jadi lebih rapuh," ujarnya.

Untuk mengatasi gangguan menstruasi tersebut maka, menurut Frida, diperlukan penanganan yang tepat tidak hanya dari dokter spesialis endokrin tapi juga membutuhkan pendampingan dari dokter anak, ahli gizi, psikolog serta psikiater.

Dengan demikian, remaja putri tersebut bisa menyembuhkan gangguan makannya sekaligus berangsur memperbaiki siklus menstruasimenjadi teratur kembali.

Frida juga menyarankan bagi para orang tua agar dapat sering berkomunikasi dengan remaja putrinya untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi sang buah hati saat menghadapi masa puber termasuk menghadapi menstruasi.

"Orang tua juga harus sering ajak ngobrol anaknya, karena ternyata di masa sekarang ini penyebab gangguan menstruasi pada remaja banyak terjadi karena mental health problem. Jadi kita bantu remaja putri ini memahami perubahan di dalam dirinya," ujar Frida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.