Perkuat Pelayanan, Kemenkes Kirim Alat USG dan Antropometri ke Puskesmas Serta Posyandu
Jumat, 31 Mar 2023, 22:21 WIBJakarta - Perkuat pelayanan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendistribusikan ratusan ribu unit alat Ultra Sono Grafi (USG) dan antropometri untuk melengkapi pelayanan kesehatan di puskesmas dan posyandu.
"Upaya ini terutama untuk pencegahan kematian ibu dan bayi, serta pencegahanstunting," kata Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril di Jakarta, Jumat.
Kemenkes mengirimkan 10.000 USG ke semua puskesmas di Indonesia serta 300.000 alat antropometri ke posyandu secara bertahap.
Menurut Syahril, Indonesia secara agresif menargetkan penurunan angka kematian ibu menjadi 70 kematian per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2030.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Indonesia ditargetkan menekan angka kematian ibu menjadi 183 kematian per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2024.
Menurut Syahril, pemenuhan USG di puskesmas akan menambah akses ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya dari semula minimal empat kali menjadi enam kali selama kehamilan.
"Dua kali pemeriksaan diantaranya harus diperiksa oleh dokter. Dengan pemeriksaan dokter ini akan terjadi kolaborasi dengan bidan dan dokter spesialis kebidanan," ujarnya.
Syahril yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso mengatakan alat tersebut akan mendeteksi apabila ada kelainan dan risiko komplikasi persalinan yang mungkin terjadi pada ibu hamil.
"Saat ini proporsi kematian ibu kurang lebih 305 kematian per 100 ribu kelahiran hidup," katanya.
Alat USG tersebut berupa USG portable sehingga bisa menjangkau wilayah di ujung-ujung perbatasan Indonesia, kata Syahril.
"Sistem rujukan ke rumah sakit bisa dilakukan lebih awal. Begitu juga dengan ukuran bayi yang besar yang melebihi ukuran, apakah persalinan akan melalui pervaginam atauseksio sesareabisa dideteksi dengan USG, dan ibu hamil bisa merencanakan sebelum waktu persalinan tiba," katanya.
Syahril menambahkan pemeriksaan USG juga bisa mencegahstunting pada anak. Pertumbuhan janin yang terlambat itu bisa dideteksi dengan menggunakan alat USG.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tingkatkan Kualitas Tata Pelayanan Publik
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
LG Hadirkan Varian Mesin Cuci AI Dengan Kapasitas Besar
-
Tetap Adaptif, Pemprov DKI Terapkan Skema WFO dan WFA bagi ASN Pascalibur Idulfitri
-
Dukcapil DKI Jakarta Sabet Penghargaan Nasional, Rekor Perekaman E-KTP Tembus 100 Persen
-
Momen Tak Terlupakan Diaspora: Warga Indonesia di Tokyo Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.