Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Linda Thomas-Greenfield: Russia Seharusnya Tidak Menjadi Anggota Tetap DK PBB

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 16:42 WIB | Oleh:
Linda Thomas-Greenfield: Russia Seharusnya Tidak Menjadi Anggota Tetap DK PBB Doc: AP/TASS/John Minchillo
Ket. Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield

SAN JOSE - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, pada Kamis (30/3) mengatakan bahwa Russia seharus tidak menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB karena

"Russia adalah anggota tetap Dewan Keamanan. Seharusnya tidak (jadi anggota) karena apa yang dilakukannya di Ukraina. Namun, piagam PBB tidak mengizinkan mengubah statusnya sebagai anggota tetap," kata Dubes Thomas-Greenfield.

Dewan Keamanan PBB adalah badan internasional yang bertanggung jawab untuk memelihara perdamaian. Pengaduan dari negara-negara dapat diajukan ke dewan tersebut, dengan dewan memberikan suara dan membuat keputusan tentang masalah keamanan yang wajib diikuti oleh anggota PBB lainnya.

DK PBB memiliki 10 anggota bergilir dan lima anggota tetap, termasuk Russia, Inggris, Prancis, AS, dan Tiongkok yang memegang hak veto. Mulai Sabtu (1/4), Russia akan mengambil alih badan eksekutif selama sebulan menggantikan Mozambik.

Thomas-Greenfield mengatakan bahwa dia mengharapkan Russia untuk berperilaku profesional dalam kepresidenan, meskipun dia ragu.

"Kami juga berharap mereka juga mencari peluang untuk memajukan kampanye disinformasi mereka melawan Ukraina, Amerika Serikat, dan semua sekutu kami," kata duta besar AS itu.

"Di setiap kesempatan, kami akan menyuarakan keprihatinan kami tentang tindakan Russia," imbuh dia seraya mengulangi kecaman Washington DC atas kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan di Ukraina.

Moskwa dituduh menargetkan warga sipil dan melakukan kekejaman terhadap warga sipil Ukraina, yang dibantahnya.

Thomas-Greenfield menekankan AS akan mengutuk tindakan Russia dan membiarkan dunia tahu apa yang dilakukan Russia dan konsekuensi dari tindakannya terhadap Ukraina.

Sejak pecahnya perang pada Februari lalu, ketegangan antara Russia dan AS telah terjadi di organisasi internasional tersebut.

Pada Oktober, Majelis Umum PBB memberikan suara yang sangat mendukung mengutuk aneksasi ilegal Russia atas empat wilayah Ukraina, dengan 143 negara mendukung mosi tersebut, lima menolaknya. Namun, ada 35 abstain, mencerminkan ambivalensi terhadap pihak yang bertikai di antara banyak negara di dunia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.