Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Anak, Remaja yang Sehat Tidak Perlu Vaksin Covid-19

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 16:11 WIB | Oleh:
WHO: Anak, Remaja yang Sehat Tidak Perlu Vaksin Covid-19 Doc: ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Ket. Arsip - Seorang siswa Palestina menerima satu dosis suntikan vaksin COVID-19 dalam sebuah kampanye vaksinasi di kamp pengungsi Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah (18/1/2022).

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa anak-anak dan remaja yang sehat mungkin tidak perlu divaksin COVID-19, sementara orang-orang lanjut usia dan kelompok berisiko harus mendapatkan dosis penguat (booster)tambahan6-12 bulan setelah suntikan dosis terakhir mereka.

Pembaruan rekomendasi vaksinasi COVID-19 tersebut dirilis WHO pada Selasa (29/3) usai pertemuan Kelompok Penasihat Strategis Pakar Imunisasi (SAGE) WHO pada 20-23 Maret 2023.

"Negara-negara harus mempertimbangkan konteks spesifik mereka dalam memutuskan apakah akan terus memvaksin kelompok berisiko rendah, seperti anak-anak dan remaja yang sehat, tetapi tidak mengorbankan vaksin rutin yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kelompok usia ini," kata KetuaSAGEDr.HannaNohynek.

WHO merevisi peta jalan untuk memprioritaskan penggunaan vaksin COVID-19 guna menunjukkan dampakstrainOmicron dan kekebalan tingkat populasi yang tinggi akibat infeksi dan vaksinasi.

Peta jalan tersebut menguraikan tiga kelompok penggunaan prioritas untuk vaksinasi COVID-19, yaitu tinggi, sedang, dan rendah.

Kelompok prioritas tinggi termasuk orang dewasa yang lebih tua, orang dewasa yang lebih muda dengankomorbiditasyang signifikan, orang dengan kondisi gangguan kekebalan--termasuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas, orang hamil, dan petugas kesehatan di garis depan.

Untuk kelompok tersebut,SAGEmerekomendasikan penguat tambahan 6-12 bulan setelah dosis terakhir.

Kelompok prioritas menengah termasuk orang dewasa yang sehat, biasanya di bawah usia 50-60 tahun.

Mereka dianjurkan untuk mendapat suntikan primer dan dosis penguat pertama.

"Meskipun penguat tambahan aman untuk kelompok ini,SAGEtidakmerekomendasikannyasecara rutin,"kataSAGE.

Hal itu dikarenakan hasil pemberian penguat tambahan terhadap kesehatan anggota masyarakat dari kelompok tersebut relatif rendah, katanya.

Mengenai kelompok prioritas rendah, yang mencakup anak-anak dan remaja sehat berusia 6 bulan hingga 17 tahun,SAGEmenegaskan bahwa dosis primer dan penguat aman dan efektif pada anak-anak dan remaja.

Mengingat beban penyakit yang rendah,SAGEmendesak negara-negara yang mempertimbangkan vaksinasi pada kelompok usia ini untuk mendasarkan keputusan mereka pada faktor-faktor kontekstual, seperti beban penyakit, efektivitas biaya, dan prioritas kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.