Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarawih di Aceh, Wapres Ma'ruf Amin Berpesan Jaga Komitmen Kebangsaan

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tarawih di Aceh, Wapres Ma'ruf Amin Berpesan Jaga Komitmen Kebangsaan Doc: ANTARA/BPMI Setwapres
Ket. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan tausiyah dalam salat tarawih berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (29/3) malam.

BANDA ACEH - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpesan agar umat Muslim memanfaatkan momen Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan serta memperteguh komitmen kebangsaan.

"Menjalankan sebagai Muslim kaffah (seutuhnya) itu perintah Allah (kepada Manusia). Bagi kita, Muslim kaffah adalah memegang komitmen kebangsaan sebagai bangsa Indonesia," kata Wapres saat menyampaikan tausiyah dalam salat tarawih berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (30/3) malam.

Wapres Ma'ruf Amin hadir bersama Wury Ma'ruf Amin beberapa saat sebelum melaksanakan salat Isya berjemaah. Usai menunaikan ibadah salat Isya, Wapres memberikan tausiyah dilanjutkan dengan Salat tarawih 20 rakaat dan ditutup salat witir tiga rakaat.

Lebih lanjut Wapres mengatakan bahwa setiap individu menghormati seluruh kesepakatan yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa demi persatuan Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

"Muslim kaffah berarti kita memegang kesepakatan nasional yang telah dibangun para pendiri bangsa. Berarti kita tidak boleh kemudian bertentangan dengan sikap bangsa Indonesia yang memiliki komitmen kebangsaan," tambah Wapres.

Oleh karena itu, melalui Bulan Ramadhan ini, Wapres mengajak seluruh umat Muslim untuk berkomitmen menjalankan kepatuhan-kepatuhan ini, tidak hanya di bulan puasa saja namun sepanjang masa.

"Harus kita jaga terus, tidak hanya Ramadhan tetapi juga sepanjang tahun," kata Wapres.

Bertindak sebagai imam pada Salat Tarawih adalah Tgk Jamhuri Ramli sedangkan bertugas mengumandangkan azan (muazin) adalah Azhari HTA dan M Iqbal Hasan.

Wapres juga mengatakan saat melaksanakan salat berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman memiliki kesan tersendiri.
Alasannya, masjid yang terletak di kota serambi Mekah ini menyimpan banyak sejarah bangsa di dalamnya. Masjid tersebut dibangun pada 1022H/1612M di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam.

Sejak awal, Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya diperuntukkan untuk kegiatan ibadah saja. Menurut sejarahnya, tempat ini sempat menjadi benteng pertahanan rakyat Aceh di masa perang melawan Belanda.

Selain itu, di tengah dahsyatnya ombak tsunami Aceh 2004, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh di saat bangunan di sekitarnya hancur luluh lantak disapu ombak tsunami. Masjid ini juga menjadi tempat berlindung warga Aceh saat menyelamatkan diri dari tsunami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.