Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stafsus BPIP: Penegakan Konstitusi Tangkal Intoleransi

📅 Senin, 27 Mar 2023, 19:33 WIB | Oleh:
Stafsus BPIP: Penegakan Konstitusi Tangkal Intoleransi Doc: Istimewa

JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, menyatakan bahwa pelaku intoleransi agama artinya melakukan pelanggaran konstitusi negara Indonesia.

Benny, sapaan akrabnya, menyayangkan betul maraknya tindakan intoleransi yang terjadi di Indonesia.

"Kejadian penutupan rumah ibadah, larangan beribadah, perwakilan dari Vatikan dilarang hadir dalam upacara di Palembang, dan saat ini yang sedang marak, penutupan patung Bunda Maria. Ini membuat kita bertanya: kemana karakter bhinneka tunggal ika di masyarakat Indonesia?" tanyanya, dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (27/3).

Dia menyatakan bahwa bangsa Indonesia seyogyanya adalah bangsa yang menghargai dan menjaga keberagaman.

"Ratusan tahun kita hidup saling memahami dan saling mengerti; kita hidup berdampingan walaupun berbeda suku, bangsa, agama, dan kebudayaan. Tidak ada kesulitan dalam hidup majemuk," jelasnya.

Salah satu pendiri Setarra Institute ini menyesalkan sikap yang muncul.

"Jadinya seperti berpikiran sempit. Beragama dengan berpikiran sempit. Orang jadi kehilangan rasa manusiawinya. Padahal, beragama secara manusiawi itu, seperti kata Bung Karno, beragama yang berkebudayaan, penuh welas asih, tolong menolong dan memberi. Beragama harusnya membawa berkat bagi semua; agama bukan membuat jarak, menutup dan memaksa orang lain untuk tidak menjalankan kebebasannya beragama."

Pakar komunikasi politik ini merujuk pada UUD 1945, sebagai konstitusi bangsa dan negara Indonesia.

"UUD 1945 Pasal 29 melindungi kebebasan beragama, dan konstitusi itu kesepakatan kita. Karena kesepakatan, harusnya aparat tidak kalah, tidak ikut terlibat, seperti yang diberitakan dalam berita patung Bunda Maria tersebut. Aparat terlibat, aparat kalah, ini bertentangan dengan konstitusi. Apalagi sudah ada juga peraturan bersama tiga menteri. Orang benar-benar dilindungi dalam hal beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing," tuturnya.

"Harusnya konstitusi membuat semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Maka, merawat negara seperti Indonesia, harus menegakkan konstitusi, dan konstitusi menjadi cara berpikir, bertindak, dan bernalar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Orang yang menjalankan nilai ketuhanan artinya menjalankan perintah Tuhan, karena setiap orang yang mencintai sesamanya, artinya dia mencintai Tuhan," kata Benny.

Salah satu rohaniwan Katolik ini mengajak masyarakat untuk juga ikut bekerja sama menjaga kemajemukan.

"Saatnya publik memberikan edukasi bahwa yang namanya pelarangan orang beribadah itu bertentangan dengan konstitusi. Orang yang melanggar, itu artinya melanggar konstitusi negara kita," imbuhnya.

Pada akhirnya, Benny menutup pernyataannya dengan mengatakan,"mari jaga Indonesia sebagai taman sari dunia, dimana walaupun kita semua berbeda, kita hidup harmonis, saling berdampingan, dan tidak ada kekerasan diantara kita semua."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

59 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.