Semoga Tidak Timbulkan Bencana, BMKG Deteksi Bibit Siklon 94S Berpotensi Pengaruhi Gelombang Tinggi
Senin, 27 Mar 2023, 18:47 WIBJakarta - Semoga tidak timbulkan bencana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis 94S di Samudera Hindia selatan Jawa Timur yang berpotensi memengaruhi gelombang laut di beberapa perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa bibit siklon tropis 94S itu terpantau berada di sekitar 13,6 lintang selatan dan 111,0 bujur timur.
Bibit siklon tropis itu berkecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1006 mb (milibar) bergerak ke arah selatan barat daya.
"Diperkirakan potensi bibit siklon 94S untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah," katanya.
Ia mengemukakan, bibit siklon tropis 94S itu berdampak pada tinggi gelombang laut sekitar 1,25-2,5 meter di Selat Sumba bagian barat, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, dan Samudera Hindia selatan NTB dan NTT.
"Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi siklon tropis yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Melancarkan BAB, Benarkah? Ini Penjelasannya!
-
Pemkot Probolinggo Gencarkan Gerakan Selamatkan Pangan
-
Mengejutkan! Rayo Vallecano vs Athletic Club Tak Bisa Dilanjutkan, Apa yang Terjadi?
-
Indonesia Jadi Incaran Investasi Data Center, ESI Ingatkan Soal Listrik dan Energi Bersih
-
Sekardiu Menjadi Ikon Budaya NTB dalam Pameran MotoGP 2026
-
Kesiapsiagaan Bencana Jadi Kunci Lindungi Kelompok Rentan
-
PT PP Properti Tbk (PPRO) Meraih Penghargaan Top SOE Subsidiaries Awards 2026 dari The Iconomics Media
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.