Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jembatan 'Bailey' Ciawi Tak Bisa Dilewati

📅 Senin, 27 Mar 2023, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jembatan 'Bailey' Ciawi Tak Bisa Dilewati Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Ket. Jembatan darurat pengganti sementara Jembatan Cikereteg di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Sekarang tengah dibangun tiang pancang sehingga jembatan darurat (bailey) yang menghubungkan Bogor-Sukabumi, di Ciawi, tak dapat dilewati mobil. "Jembatan darurat atau bailey di jalur Bogor-Sukabumi, tepatnya di Cikereteg, Ciawi, Kabupaten Bogor tak bisa dilintasi mobil karena tergerus longsor akibat pekerjaan tiang pancang," jelas KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, Sabtu (25/3).

Menurutnya, pengerjaan tiang pancang permanen itu melahirkan getaran sehingga menimbulkan longsoran kecil dan dikhawatirkan semakin meluas. Jembatan yang difungsikan sebagai pengganti sementara Jembatan Cikereteg itu hanya bisa dilintasi sepeda motor, sebelumnya bisa dilintasi mobil juga secara bergantian.

"Jadi lebih baik saat ini dilalui roda dua saja. Kalau motor bisa melintas 24 jam," katanya. Jembatan darurat yang mulai difungsikan sejak Senin (13/3) untuk membantu arus lalu lintas yang terputus karena Jembatan Cikereteg tergerus longsor. Namun, jembatan darurat hanya berbentuk satu lajur, sehingga pemerintah dan kepolisian mengoptimalkan jalur alternatif di sekitaran Ciawi dan Caringin.

Sebelumnya, kepolisian menutup sementara ruas jalan Jembatan Cikereteg karena kondisi struktur jembatan yang kembali tergerus air sehingga menambah kerusakan jalan yang sudah terjadi sejak tahun 2022. Akibat penutupan jalan, arus kendaraan dialihkan sejumlah akses di sekitaran Jembatan Cikereteg seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan jalur alternatif Rancamaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.