Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IPB Ajak Atasi Kekerasan Pendidikan

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IPB Ajak Atasi Kekerasan Pendidikan Doc: ANTARA/Linna Susanti
Ket. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB Profesor Deni Noviana (kiri) di sela kegiatan seminar solusi dan strategi mengatasi isu tiga dosa di bidang pendidikan (intoleransi, perundungan dan kekerasan seksual) di IICC Botani Square Bogor, Senin (20/3).

BOGOR - Saat ini, dunia pendidikan makin banyak mengalami kekerasan fisik, seksual, perundungan, dan intoleransi. Untuk itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengajak multipihak atau pentahelix berkonsentrasi mengatasi berbagai masalah dunia pendidikan tersebut.

IPB pun menggelar seminar solusi dan strategi mengatasi isu bidang pendidikan sesperti intoleransi, perundungan dan kekerasan seksual, Senin (20/3). "Kami sampaikan dua dari tiga anak Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik. Angka itu sangat berbahaya. Maka, IPB merasa perlu mengatasi masalah tersebut," kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Profesor Deni Noviana.

Deni menyatakan IPB sendiri membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi yang tidak menginginkan tiga hal tersebut terus terjadi. Wakil rektor IPB itu menyampaikan di kampusnya juga ada beberapa kejadian termasuk tiga jenis kekerasan tersebut. Bersyukur dapat diselesaikan dengan pendekatan secara internal oleh Satgas PPKS.

"IPB sudah membentuk satgas sebagai bentuk komitmen. Mudah-mudahan langkah seperti itu bisa diduplikasi perguruan tinggi lain. Kekerasan fisik harus dieliminasi, bahkan dihilangkan," katanya.
Menurut Deni, perguruan tinggi dan multipihak perlu bersama-sama mengatasi perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi. Sebab, perhatian pemerintah juga sudah sangat besar dengan memberikan peraturan-peraturan yang bisa menjadi acuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.