Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Indonesia Masih Kokoh Hadapi Ketidakpastian Global

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Indonesia Masih Kokoh Hadapi Ketidakpastian Global Doc: Kemenkeu
Ket. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, fondasi perekonomian Indonesia masih kokoh dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global yang juga berdampak terhadap penutupan bank di sejumlah negara.

"Outlook pertumbuhan ekonomi kita masih sangat kuat. Pada 2023, kita harap pertumbuhan ekonomi berada di sekitar 5,0 sampai 5,3 persen secara tahunan," katanya dalam OCBC NISP Business Forum di Jakarta, Selasa (21/3).

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2023 juga masih berada pada zona optimis atau di atas 100 yakni sebesar 122,4, yang menjadi pondasi optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di 2023.

Purchasing Managers' Indeks (PMI) Indonesia masih berada di level ekspansi atau di atas 50 pada Februari 2023, tepatnya sebesar 51,2.

"Pelaku industri kita masih berpikir untuk terus melakukan ekspansi. Seiring dengan hal ini, kredit perbankan juga masih tumbuh 10,53 persen secara tahunan pada Januari 2023," katanya.

Kesehatan perbankan nasional juga masih terjaga dengan Credit Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai sebesar 25,93 persen di Januari 2023.

Suahasil juga memandang inflasi nasional yang sebesar 5,5 persen secara tahunan di Februari 2023 akan terus menurun hingga mencapai sekitar 3,6 persen pada akhir 2023.

"Ini kita harapkan akan terus memberikan dorongan pada perekonomian kita yang harus terus tumbuh," katanya.

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) akan terus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah untuk mewaspadai gejolak perekonomian global dan menjaga momentum pemulihan ekonomi.

"Kita akan menggunakan APBN untuk mengambil kebijakan cepat tanggap untukmengantisipasi berbagai gejolak. Kalau harga energi di luar negeri berubah, pelaku usaha diharapkan bisa terus melanjutkan pemulihan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.