Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MAS: Credit Suisse di Singapura Tetap Beroperasi tanpa Gangguan

📅 Senin, 20 Mar 2023, 14:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
MAS: Credit Suisse di Singapura Tetap Beroperasi tanpa Gangguan Doc: CNA/AP/Keystone/Michael Buholzer
Ket. Lampu lalu lintas memberi sinyal hijau di depan logo bank Swiss Credit Suisse dan UBS di Zurich pada 19 Maret 2023.

SINGAPURA - Credit Suisse akan terus beroperasi di Singapura tanpa gangguan, kata Otoritas Moneter Singapura (MAS), Senin (20/3), setelah pengumuman bank tersebut diambil alih oleh UBS.

"Credit Suisse Group AG akan terus beroperasi di Singapura tanpa gangguan atau pembatasan, menyusul pengumuman pengambilalihan oleh UBS Group AG," kata MAS dalam keterangan persnya.

"Nasabah Credit Suisse akan terus memiliki akses penuh ke akun mereka dan kontrak Credit Suisse dengan rekanan tetap berlaku. Pengambilalihan itu diperkirakan tidak berdampak pada stabilitas sistem perbankan Singapura."

Menurut MAS, kegiatan utama Credit Suisse dan UBS di Singapura adalah private banking dan investment banking, dan tidak melayani nasabah ritel.

"Selain kegiatan perbankan, Credit Suisse juga melakukan jasa keuangan di bawah entitas berlisensi lainnya di Singapura," kata MAS.

"Untuk saat ini, entitas Credit Suisse ini akan terus beroperasi di bawah lisensi masing-masing."

MAS menambahkan, pihaknya "telah berhubungan dekat" dengan Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) dan diberi pengarahan mengenai rincian pengambilalihan pada Senin pagi.

"MAS akan tetap berhubungan erat dengan FINMA, Credit Suisse, dan UBS saat pengambilalihan dilakukan, untuk memfasilitasi transisi yang tertib, termasuk mengatasi dampak apa pun terhadap pekerjaan," kata bank sentral Singapura itu.

"MAS akan terus memantau dengan cermat sistem keuangan domestik dan perkembangan internasional, dan siap menyediakan likuiditas melalui rangkaian fasilitasnya untuk memastikan bahwa sistem keuangan Singapura tetap stabil dan pasar keuangan terus berfungsi dengan tertib."

Pada Minggu, UBS setuju untuk mengambil alih saingannya sebesar 3,23 miliar dolar AS menyusul pembicaraan untuk menghentikan bank yang terkena dampak dari krisis perbankan internasional yang lebih luas.

Segera setelah pengumuman tersebut, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, dan bank sentral utama lainnya mengeluarkan pernyataan untuk meyakinkan pasar yang telah dilanda krisis perbankan yang dimulai dengan runtuhnya dua bank regional AS awal bulan ini.

Rabu lalu, Credit Suisse kehilangan hampir seperempat nilainya setelah investor terbesarnya, Saudi National Bank, mengatakan tidak dapat memberikan lebih banyak bantuan keuangan kepada bank Swiss itu.

Sehari kemudian, pemberi pinjaman yang berbasis di Zurich ini pulih setelah mengamankan lifeline 54 miliar dolar AS dari bank sentral Swiss, namun, sahamnya ditutup turun 8 persen pada hari Jumat di 1,86 franc Swiss karena berjuang untuk mempertahankan kepercayaan investor.

Pada 2022, bank mengalami kerugian bersih sebesar US$7,9 miliar dan memperkirakan kerugian sebelum pajak yang "substansial" tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.