Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panggang Itik Alabio dan Belibis nan Lezat

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 06:30 WIB | Oleh:
Panggang Itik Alabio dan Belibis nan Lezat Doc: Istimewa

S

alah satu yang menggelitik pikiran ketika melewati jalan Jalan Patmaraga, Amuntai, di ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) adalah tugu itik. Itik atau bebek dari jenis Alabio memang telah menjadi bagian dari ekonomi masyarakat setempat.

Itik Alabio yang dicetuskan oleh Drh Saleh Puspo pada 1950 adalah jenis itik lokal petelur asal Kalimantan (Anas platyrhynchos borneo) dengan itik Peking. Persilangan ini menjadikan berbeda dengan jenis itik lokal lainnya.

Nama Alabio yang dijadikan nama itik sendiri merupakan nama sebuah sebuah wilayah administratif setara kecamatan pada zaman Belanda. Namun nama itu tidak lagi dipakai sekarang karena sudah diganti dengan nama Kecamatan Sungai Pandan.

Beberapa keunggulan yang dimiliki itik Alabio antara lain memiliki warna bulu yang khas, mampu bertelur dalam jumlah banyak, dan dagingnya banyak digemari konsumen. Itulah mengapa selain telurnya menjadi oleh-oleh, daging itik tersebut menjadi kuliner khas bagi HSU.

Itik Alabio di HSU dibiarkan bebas mencari makan di rawa- rawa. Peternak memberi makan cacahan pohon rumbia yang memiliki kandungan tepung sagu tinggi. keduanya membuat membuat rasa daging itik tersebut sangat lezat.

Kuliner khas Amuntai terkait dengan itik Alabio yang banyak dijual di berbagai warung adalah itik panggang tanpa tulang. Itik ini mempunyai ciri dan rasa khas dibandingkan dengan itik panggang di daerah lain. Ciri khas Itik panggang tanpa tulang terdapat pada cara penyajiannya.

Seperti namanya, itik hanya diolah dengan cara dipanggang dan hanya disajikan daging itiknya saja oleh warung makan yang menyajikan masakan ini. Lalu, itik disajikan di atas piring dengan banyak kuah kecap, yang sudah diolah dengan bumbu, sampai itik tenggelam oleh kuah.

Itik panggang tersebut juga disajikan bersama semangkuk sup khusus. Sup yang satu ini memiliki rasa yang istimewa seperti soto Banjar. Sup yang disajikan dengan itik panggang ini memiliki rasa asin, kaldu dan daun sup yang lebih kuat ketimbang sup yang biasa ditemui.

Kuliner khas lain adalah belibis panggang yang sangat lezat. Sayangnya kuliner belibis ini kini makin jarang dijumpai karena suplainya yang berkurang karena terlalu sering diburu. Jumlah warung yang masih menyuguhkan menu burung belibis pun makin sedikit.

Di Amuntai sendiri burung dengan nama latin (Dendrocygna) dulu banyak dijumpai di wilayah rawa-rawa yang luas. Di tengah langkanya perburuan ini di alam, berita keberhasilan pembudidayaan burung liar tersebut menjadi harapan baru bagi kuliner unik ini. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.